Prabowo dan Menkeu Optimistis Ekonomi 2026, Konsumsi dan Lapangan Kerja Menguat

Ilustrasi Presiden Prabowo Subianto dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme terhadap ekonomi Indonesia 2026 seiring membaiknya konsumsi, lapangan kerja, dan indikator sosial. Foto: tresiahoban3 dari Pixabay

KalbarOke.com – Pemerintah menyatakan optimistis terhadap prospek perekonomian nasional seiring membaiknya sejumlah indikator ekonomi dan sosial. Optimisme itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.

Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga dan mengelola kekayaan negara serta sumber daya alam agar dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat. Prinsip tersebut, menurut dia, menjadi fondasi arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah.

“Yang penting bagi kita adalah menjaga dan mengelola seluruh kekayaan negara dan sumber daya alam kita, dan menggunakannya sebesar-besarnya untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Saya percaya ekonomi kita akan sangat baik tahun ini,” kata Prabowo.

Baca :  Prabowo Tiba di London, Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris

Presiden menyebut sejumlah kebijakan pemerintah mulai menunjukkan dampak nyata di lapangan. Berdasarkan laporan para kepala daerah, konsumsi rumah tangga mengalami peningkatan, diikuti perbaikan indikator sosial.

“Para kepala daerah melaporkan kemiskinan menurun, pengangguran terbuka turun, jumlah orang bekerja meningkat, dan rasio gini dalam tren menurun,” ujar Prabowo. Ia menambahkan, program Makan Bergizi Gratis telah mendorong konsumsi rumah tangga dan menggerakkan ekonomi hingga ke desa-desa dan lapisan terbawah.

Sejalan dengan itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai perbaikan indikator ekonomi meningkatkan keyakinan terhadap prospek ekonomi nasional. Menurut dia, fase pertumbuhan yang lebih cepat perlu dijaga melalui kebijakan fiskal yang konsisten dan terukur.

“Kita punya kemungkinan besar membawa ekonomi Indonesia ke Indonesia Emas, bukan Indonesia Suram,” kata Purbaya.

Baca :  Prabowo Klaim Program Makan Bergizi Gratis Ciptakan 1 Juta Lapangan Kerja

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen. Namun Purbaya menyatakan pemerintah berupaya mendorong pertumbuhan hingga mendekati 6 persen.

“Target kita 5,4 persen, tapi akan saya coba dorong ke arah 6 persen,” ujarnya.

Purbaya juga menilai ekonomi Indonesia telah memasuki fase ekspansi jangka menengah berdasarkan indikator Leading Economic Index dan Coincident Economic Index. Setelah terkontraksi akibat pandemi Covid-19, ekspansi ekonomi diproyeksikan dapat berlangsung hingga 2033.

“Kalau kita kelola dengan benar, ekspansi ini bisa berlanjut sampai 2033. Jadi tidak perlu khawatir dengan prospek jangka menengah ekonomi kita,” kata Purbaya. (*/)