Prabowo Temui Investor Global di Washington, Kelola Aset Rp235 Ribu Triliun Dibahas

Presiden Prabowo Subianto bertemu 12 pimpinan perusahaan investasi global di Washington DC. Investor dengan aset kelolaan setara Rp235 ribu triliun menilai Danantara sebagai mitra strategis Indonesia. Foto: BPMI Setpres

KalbarOke.com — Presiden Prabowo Subianto menerima 12 pimpinan perusahaan investasi global dalam rangkaian kunjungan kerja di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat, 20 Februari 2026. Para investor tersebut merupakan CEO dan presiden perusahaan investasi kelas dunia dengan total aset kelolaan (assets under management) mencapai sekitar US$ 15 triliun, setara sekitar Rp235.500 triliun (asumsi kurs Rp15.700 per dolar AS).

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal yang juga CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan pertemuan yang semula dijadwalkan satu jam itu berlangsung hampir dua jam. Diskusi yang intens dinilai menunjukkan tingginya minat investor terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo.

“Diskusinya tadi cukup panjang, kurang lebih dua jam. Dari yang awalnya diperkirakan hanya satu jam, karena pembahasannya sangat fruitful dan produktif,” kata Rosan kepada wartawan seusai pertemuan.

Baca :  Hutan Papua Tengah Perkuat Target FOLU Net Sink 2030

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memaparkan arah kebijakan ekonomi nasional, strategi penguatan iklim investasi, serta komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan kepastian hukum. Setelah sesi pleno, dialog dilanjutkan secara one-on-one dengan masing-masing pimpinan perusahaan untuk membahas peluang kerja sama konkret di berbagai sektor strategis.

Rosan menjelaskan, keberadaan Danantara mendapat respons positif dari para investor global. Mereka memandang Danantara berpotensi menjadi mitra strategis lokal yang mampu menjembatani kepentingan investor asing dengan proyek-proyek prioritas nasional.

Baca :  Implementasi Kesepakatan RI–AS, Indonesia Belanja Energi Rp237 Triliun dari Amerika Serikat

“Mereka melihat Danantara sebagai local partner yang memberikan kenyamanan dan kepercayaan. Kita bisa berinvestasi bersama, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga secara global,” ujar Rosan.

Menurut Rosan, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin lagi dikenal sebagai sleeping giant. Pemerintah, kata dia, bertekad mendorong Indonesia bangkit lebih agresif, bergerak cepat, dan memaksimalkan seluruh potensi ekonomi nasional bersama mitra global.

Pertemuan dengan investor kelas dunia ini menjadi sinyal kuat upaya pemerintah menarik arus investasi berkualitas, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi global. (*/)