KalbarOke.Com — Di tengah geliat pembangunan kota yang kian pesat, sebuah bangunan tua di pusat kota Bengkayang justru berdiri dalam kondisi memprihatinkan. Gedung Pancasila yang telah kokoh berdiri sejak tahun 1950 kini menjadi “saksi bisu” atas dugaan pembiaran terhadap aset bersejarah milik daerah.
Pantauan di lapangan pada Rabu (15/4/2026) menunjukkan kondisi gedung yang jauh dari kata layak. Atap seng tampak rusak dan dipenuhi karat, sementara beberapa bagian struktur bangunan mulai lapuk dimakan usia. Tak hanya itu, halaman gedung terlihat kumuh dan dipenuhi rumput liar akibat minimnya perawatan rutin.
Ironisnya, meski kondisinya mengkhawatirkan, gedung yang terletak di Kelurahan Bumi Emas ini masih difungsikan aktif untuk kegiatan belajar mengajar oleh sebuah yayasan pendidikan. Kondisi fisik yang tidak terawat ini memicu keprihatinan mendalam, mengingat fungsi pendidikan seharusnya didukung oleh lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.
Nilai historis yang melekat pada gedung tersebut seolah terabaikan. Padahal, bangunan ini merupakan salah satu warisan sejarah penting yang telah berdiri selama lebih dari tujuh dekade di Bumi Sebalo.
Wandi, salah satu warga setempat, mengaku sangat menyayangkan kondisi tersebut. Ia menilai pemerintah daerah seharusnya memiliki rasa memiliki yang tinggi terhadap aset-aset bersejarah.
“Ini bangunan tua yang punya sejarah besar. Jangan sampai dibiarkan rusak begitu saja. Apalagi masih dipakai untuk kegiatan sekolah, faktor keselamatan anak-anak di dalamnya harusnya lebih diperhatikan,” tegas Wandi pada Rabu (15/4/2026).
Senada dengan Wandi, sejumlah warga lainnya berharap Pemerintah Kabupaten Bengkayang segera mengambil langkah konkret. Perbaikan fisik dan penataan kawasan mendesak dilakukan untuk menyelamatkan warisan sejarah agar tidak hilang ditelan zaman.
Selain menjaga nilai historis, renovasi gedung juga sangat krusial demi menjamin keselamatan para siswa dan guru yang masih beraktivitas di sana. Jika pembiaran ini terus berlangsung, dikhawatirkan bangunan tersebut akan roboh dan kehilangan jati diri sejarahnya secara permanen.
Kini, Gedung Pancasila Bengkayang masih berdiri menantang zaman, menanti uluran tangan pemerintah sebelum kerusakan semakin parah dan membahayakan para penggunanya.
Ringkasan Berita
- Gedung Pancasila Bengkayang yang dibangun tahun 1950 mengalami kerusakan parah pada bagian atap dan struktur bangunan.
- Meski kondisi fisik bangunan mulai lapuk, gedung bersejarah ini masih digunakan secara aktif untuk kegiatan sekolah oleh sebuah yayasan.
- Warga Kelurahan Bumi Emas menyayangkan minimnya perhatian pemerintah terhadap perawatan aset yang memiliki nilai historis tinggi tersebut.
- Halaman gedung tampak tidak terawat dan ditumbuhi semak belukar, memberikan kesan kumuh di pusat kota Bengkayang.
- Pemkab Bengkayang didesak segera melakukan renovasi fisik demi menjaga keselamatan aktivitas pendidikan dan melestarikan warisan sejarah daerah.







