Indonesia-Polandia Perkuat Kerja Sama Pertanian, Fokus Ketahanan Pangan dan Investasi

Indonesia dan Polandia memperkuat kerja sama pertanian untuk menjaga ketahanan pangan. Fokus pada perdagangan, investasi, dan riset di tengah krisis global. Foto: dok Kementan

KalbarOke.com – Pemerintah Indonesia terus mendorong penguatan kerja sama internasional di sektor pertanian sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan di tengah dinamika global. Upaya ini ditegaskan dalam pertemuan Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono dengan Wakil Menteri Pertanian Polandia Małgorzata Gromadzka di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta, Senin, 20 April 2026.

Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, menegaskan Indonesia mengambil posisi terbuka dalam kerja sama global, termasuk memanfaatkan peluang perjanjian dagang dengan Uni Eropa untuk memperkuat sistem pangan nasional.

“Indonesia adalah negara terbuka. Kita nonblok dan siap bekerja sama dengan siapa pun, termasuk dalam perdagangan ekspor-impor hingga investasi,” ujarnya.

Menurut dia, di tengah tekanan global akibat konflik, perang, dan disrupsi rantai pasok, kerja sama antarnegara tidak lagi cukup bersifat umum. Diperlukan langkah konkret seperti pembukaan akses pasar, penyederhanaan prosedur teknis, serta penguatan investasi dan riset di bidang pertanian.

Baca :  Bangun Pasar Induk, Jiwo Klaim Lebih dari 55 Persen Pasokan Komoditas di Flamboyan dari Kubu Raya

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas peluang perdagangan berbagai komoditas strategis. Polandia mendorong ekspor produk seperti daging sapi, produk susu, gandum, hingga buah berry. Sementara itu, Indonesia menekankan pentingnya pemenuhan standar kesehatan, sertifikasi veteriner, serta proses audit sebelum akses pasar diberikan.

Indonesia juga menyatakan kehati-hatian terhadap komoditas tertentu, seperti unggas, dengan mempertimbangkan aspek keamanan hayati dan perlindungan produksi dalam negeri. Namun, peluang tetap terbuka bagi komoditas lain selama memenuhi persyaratan teknis dan kebutuhan pasar domestik.

Sudaryono menekankan bahwa sektor pertanian memiliki dimensi strategis yang melampaui aspek perdagangan semata, karena berkaitan langsung dengan ketersediaan pangan masyarakat. “Agrikultur adalah soal makanan. Bagaimana kita memastikan ketahanan pangan Indonesia, dan juga bagaimana negara lain seperti Polandia menjaga kebutuhan pangannya,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, kedua negara sepakat membentuk kelompok kerja teknis guna mempercepat penyelesaian protokol perdagangan, khususnya untuk komoditas daging sapi dan produk susu. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses audit, harmonisasi standar, serta implementasi perdagangan.

Baca :  Pertamina Pastikan Harga BBM Tak Naik, Pasokan Energi Dijaga Tetap Aman

Selain itu, kerja sama juga akan diperluas melalui pertemuan pelaku usaha, penjajakan investasi, serta peluang penandatanganan nota kesepahaman antarpemerintah guna memperkuat hubungan jangka panjang.

Sementara itu, Małgorzata Gromadzka menilai kerja sama dengan Indonesia memiliki potensi besar karena karakteristik produksi kedua negara saling melengkapi.

Ia juga menyoroti posisi strategis Polandia sebagai pintu masuk ke pasar Eropa, sekaligus melihat Indonesia sebagai mitra penting di kawasan Asia. “Saya percaya Polandia bisa menjadi jendela ke Eropa bagi Indonesia, dan Indonesia menjadi jendela ke Asia bagi Polandia. Ada banyak peluang untuk memperkuat kerja sama bilateral,” ujarnya.

Ke depan, penguatan kemitraan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan volume perdagangan, tetapi juga menciptakan hubungan yang lebih seimbang, berkelanjutan, serta saling menguntungkan dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan global yang semakin kompleks. (*/)