Menkeu Purbaya: Perempuan Penopang Ekonomi, Kartini Bukan Sekadar Emansipasi

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan peran perempuan sebagai penopang ekonomi nasional dalam peringatan Hari Kartini 2026. Foto: dok Kemenkeu

KalbarOke.com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan peran strategis perempuan sebagai penopang perekonomian nasional dalam peringatan Hari Kartini 2026 yang mengusung tema “Perempuan Hebat, Indonesia Kuat”.

Dalam sambutannya, Purbaya menyoroti peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Ia menyebut perempuan kerap menjadi sosok yang paling memahami anggaran dan menjaga disiplin belanja keluarga. “Dalam rumah tangga, perempuan sejatinya sudah lama menjadi ‘menteri keuangan’ di tingkat paling dasar,” ujarnya.

Purbaya mengajak masyarakat memaknai Hari Kartini tidak hanya sebagai simbol emansipasi, tetapi juga sebagai momentum memperluas kesempatan bagi perempuan untuk berperan dalam berbagai bidang. “Kartini bicara soal kesempatan—untuk berpikir, belajar, dan berkontribusi. Jika perempuan tertinggal, bangsa tidak akan maju,” kata dia.

Baca :  Harga Plastik Melonjak hingga 80 Persen, Puan Maharani Dorong Kembali ke Kemasan Daun

Ia menambahkan, kontribusi perempuan sangat nyata dalam sektor ekonomi, terutama melalui pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Saat ini, lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia ditopang oleh sektor UMKM yang menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja, dengan mayoritas pelakunya adalah perempuan.

“Perempuan bukan hanya pelaku ekonomi, tetapi juga penopang ekonomi nasional,” ujarnya. Selain itu, Purbaya menyoroti meningkatnya partisipasi perempuan di sektor keuangan, termasuk dalam investasi. Ia menyebut jumlah investor Surat Berharga Negara (SBN) ritel telah melampaui 500 ribu orang, dengan sekitar 9 persen di antaranya merupakan ibu rumah tangga.

Baca :  Prabowo Disambut Taruna Indonesia di Jepang, Soroti Beasiswa NDA dan Kerja Sama Strategis

“Ini bentuk emansipasi baru. Ketika perempuan paham keuangan, mereka bisa melindungi keluarga dari risiko dan menciptakan masa depan yang lebih pasti,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Keuangan juga memberikan penghargaan kepada satuan kerja yang menerapkan konsep kantor ramah lingkungan (eco-office) sebagai bagian dari komitmen terhadap efisiensi dan keberlanjutan.

Menutup sambutannya, Purbaya menegaskan bahwa kekuatan ekonomi nasional berakar dari ketahanan ekonomi keluarga, yang banyak ditopang oleh peran perempuan. “Saya percaya perempuan hebat akan membuat Indonesia semakin kuat,” ujarnya. (*/)