Polda Metro Jaya Tindak 172 Pelanggaran Lalu Lintas dengan Teknologi Handheld

Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat 172 pelanggaran lalu lintas melalui perangkat handheld. Langkah ini bagian dari transformasi digital penegakan hukum. Foto: Divisi Humas Polri

KalbarOke.com – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat 172 pelanggaran dalam operasi penindakan lalu lintas berbasis teknologi handheld yang digelar serentak di sejumlah titik strategis wilayah Jabodetabek.

Operasi ini melibatkan Subdit Gakkum, Sat PJR, Sat Gatur, Sat Patwal, hingga satuan lalu lintas di jajaran wilayah hukum Polda Metro Jaya. Kegiatan dilakukan di berbagai kawasan di DKI Jakarta dan daerah penyangga dengan pengendalian lapangan oleh Ipda Fauzi Tirta Kusuma.

Langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi arahan Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, serta Direktur Penegakan Hukum Korlantas, Brigjen Pol Faizal, dalam mendorong transformasi digital penegakan hukum lalu lintas.

Baca :  KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

Pendekatan berbasis teknologi ini dinilai mampu meningkatkan akurasi data sekaligus meminimalkan kesalahan administratif dalam proses penindakan di lapangan. Selain melakukan penilangan, petugas juga memberikan imbauan secara humanis kepada pengguna jalan agar lebih disiplin dan mematuhi aturan lalu lintas.

Dari total 172 pelanggaran yang terekam, sebanyak 87 telah tervalidasi, sementara 48 pelanggaran lainnya telah dikirim ke sistem untuk diproses lebih lanjut.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, menyatakan penggunaan perangkat handheld menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam menghadirkan sistem penegakan hukum yang modern dan akuntabel. “Pemanfaatan teknologi ini menunjukkan komitmen kami untuk menghadirkan penegakan hukum yang transparan dan profesional,” ujarnya.

Baca :  Lift Proyek Masjid Agung Kubu Raya Jatuh Usai Adzan Jumat Berkumandang, 6 Pekerja Jadi Korban

Ia menambahkan, penerapan sistem digital ini diharapkan dapat meningkatkan disiplin masyarakat, terutama di tengah tingginya mobilitas pada akhir pekan.

Secara keseluruhan, operasi berjalan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Kehadiran teknologi handheld diharapkan mampu menekan angka pelanggaran sekaligus meningkatkan keselamatan di jalan raya. (*/)