Be Young Be Human Being: Komnas HAM Gelar Kemah Generasi HAM 2026 di Pontianak

Komnas HAM menggelar Kemah Generasi HAM 2026 di Pontianak. Diikuti mahasiswa & komunitas, acara ini bahas isu tanah adat hingga kebebasan akademik. Foto : Istimewa

KalbarOke.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI mempertegas komitmennya dalam membumikan nilai-nilai kemanusiaan di kalangan anak muda. Melalui Bidang Pendidikan dan Penyuluhan, Komnas HAM menyelenggarakan Kemah Generasi HAM 2026 bertajuk “Be Young Be Human Being” yang berlangsung pada 7–9 Mei 2026 di Aston Pontianak Hotel & Convention Center.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang refleksi dan pembelajaran intensif bagi mahasiswa serta komunitas muda di Kalimantan Barat untuk lebih peka terhadap isu-isu keadilan sosial dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Peserta yang hadir dalam kemah tahun ini datang dari latar belakang yang sangat beragam, mencakup, perwakilan perguruan tinggi, organisasi mahasiswa, komunitas sosial, kelompok disabilitas, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan pegiat advokasi masyarakat sipil.

Kemah Generasi HAM 2026 di Pontianak: Upaya Komnas HAM Cetak Pemuda Peduli Kemanusiaan. Foto : Istimewa

Kepala Biro Dukungan Pemajuan Komnas HAM RI, Endang Sri Melani, menyatakan bahwa program yang dimulai sejak 2024 ini terus mengalami perkembangan signifikan. “Tingginya antusiasme peserta menjadi indikator bahwa kepedulian generasi muda terhadap isu HAM di Indonesia semakin meningkat,” ungkapnya.

Baca :  Kumpulkan Legislator Se-Indonesia di Pontianak, Hanura Hadirkan Yusril Ihza Mahendra hingga Rocky Gerung

Tahun 2026 menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya kegiatan dilakukan secara hybrid, memungkinkan interaksi yang lebih luas dan dinamis antar peserta.

Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM RI, Abdul Haris Semendawai, menegaskan bahwa Kemah Generasi HAM bertujuan membentuk karakter pemuda yang kritis. Ia menyoroti konsep “Kemah Generasi Artificial” yang menantang anak muda untuk tetap berdaya dan berpikiran terbuka meski dalam ruang diskusi yang formal.

“Generasi muda harus diberikan panggung untuk menyampaikan gagasan dan mengekspresikan sikap terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat,” tegas Abdul Haris.

Dalam forum tersebut, Komnas HAM juga membawa diskursus mengenai isu-isu krusial yang relevan dengan konteks Kalimantan Barat dan nasional, di antaranya:

  1. Hak Masyarakat Adat: Terutama hak masyarakat adat Dayak atas tanah ulayat.

  2. Kekerasan Berbasis Gender: Menilik implementasi UU TPKS dalam melindungi korban.

  3. Kebebasan Akademik: Menjamin hak mahasiswa untuk berpendapat dan berpikir kritis di lingkungan kampus.

Melalui kegiatan ini, Komnas HAM RI berharap para peserta dapat pulang menjadi agen perubahan (agent of change) di lingkungannya masing-masing. Output yang diharapkan adalah lahirnya pemimpin muda Kalimantan Barat yang menjunjung tinggi kesetaraan, menghargai keberagaman, dan aktif dalam memperjuangkan keadilan sosial demi kemajuan Indonesia. (*)

Ringkasan Berita

  • Komnas HAM RI menggelar Kemah Generasi HAM 2026 di Pontianak pada 7-9 Mei 2026.

  • Kegiatan diikuti oleh mahasiswa, komunitas disabilitas, hingga praktisi hukum untuk memperkuat pemahaman nilai kemanusiaan.

  • Fokus diskusi mencakup isu tanah adat Dayak, UU TPKS, dan kebebasan akademik mahasiswa.

  • Komnas HAM mendorong anak muda Kalbar menjadi agen perubahan yang aktif memperjuangkan keadilan dan kesetaraan.