Bangun Sanitasi Rp1,5 Triliun, Pemkot Pontianak Pastikan Tarif SPALD-T Tak Bebankan Warga

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan memastikan tarif layanan SPALD-T senilai Rp1,5 triliun tidak akan membebani warga melalui skema subsidi klaster. (Foto: Komf)

KalbarOke.Com — Pemerintah Kota Pontianak terus mematangkan persiapan operasional Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T). Meski menelan investasi fantastis sebesar Rp1,5 triliun, Pemerintah Kota (Pemkot) memastikan skema tarif layanan ini nantinya tidak akan memberatkan masyarakat umum.

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menjelaskan bahwa saat ini proses penyusunan skema tarif masih terus digodok. Pemerintah berencana menerapkan sistem berklaster untuk menjaga keadilan bagi para pengguna layanan.

“Terkait pembiayaan, kita akan menerapkan sistem berklaster. Sektor usaha kemungkinan dikenakan kewajiban tertentu, sementara masyarakat umum akan difasilitasi dengan skema yang tidak memberatkan. Prinsipnya, layanan ini mempermudah masyarakat, bukan menambah beban,” ujar Bahasan usai membuka workshop di Hotel Golden Tulip, Selasa (5/5/2026).

Proyek strategis ini direncanakan berjalan selama lima tahun ke depan dengan target rampung pada 2029 dan mulai beroperasi penuh pada 2030. Untuk tahap awal, pembangunan infrastruktur akan difokuskan di kawasan Martapura dan Nipah Kuning.

Baca :  SPMB 2026/2027 Pontianak Dimulai: Simak Jadwal, Jalur, dan Mekanisme Pendaftaran Online di Sini

Bahasan menerangkan, sistem sanitasi modern ini nantinya memiliki kapasitas pengolahan sekitar 12.000 meter kubik per hari. Infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu melayani kebutuhan sanitasi sekitar 16.000 rumah tangga di Kota Pontianak.

“Proyek ini sudah memasuki tahap penandatanganan kontrak dan segera dieksekusi di lapangan. Kami menyadari selama pembangunan akan ada gangguan lalu lintas di beberapa titik, untuk itu sosialisasi menyeluruh terus dilakukan agar masyarakat memahami manfaat jangka panjangnya,” tambahnya.

Selain aspek teknis, workshop kali ini juga menekankan pentingnya perspektif gender dalam pengelolaan sanitasi. Keterlibatan aktif perempuan di tingkat rumah tangga dinilai menjadi kunci keberhasilan program ini dalam jangka panjang.

Hingga saat ini, proses sosialisasi di tingkat warga berjalan lancar tanpa ada penolakan signifikan. Pemkot optimis kehadiran SPALD-T akan membawa perubahan besar pada kualitas kesehatan lingkungan dan standar sanitasi kota.

Baca :  Bahasan Ajak IMM Pontianak Berikan Gagasan Kritis dan Solutif untuk Pembangunan Kota

“Sanitasi yang sehat akan meningkatkan kualitas hidup. Ini adalah investasi penting bagi masa depan Kota Pontianak menuju kategori kota besar yang sehat dan ramah lingkungan,” pungkas Bahasan.


Ringkasan Berita:

  • Proyek SPALD-T Pontianak senilai Rp1,5 triliun resmi memasuki tahap pelaksanaan dengan target operasional tahun 2030.
  • Wakil Wali Kota Bahasan menjamin tarif bagi warga akan terjangkau melalui subsidi silang dari sektor usaha (sistem klaster).
  • Fokus pembangunan tahap awal berada di kawasan Martapura dan Nipah Kuning dengan target 16.000 rumah tangga.
  • Kapasitas pengolahan limbah mencapai 12.000 meter kubik per hari guna meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan kota.
  • Pemkot meminta masyarakat bersiap menghadapi gangguan arus lalu lintas selama proses pengerjaan infrastruktur di jalan raya.