Landak  

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Lima Kecamatan, Wakil Bupati Landak Turun Pantau Lokasi

Intensitas hujan tinggi memicu banjir di lima kecamatan Kabupaten Landak. Wakil Bupati Erani pastikan bantuan disiapkan sementara BPBD pantau kenaikan debit air. (Foto: Banjir di Desa Raja Ngabang/Hendri M)

KalbarOke.Com — Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Landak selama beberapa hari terakhir memicu luapan sejumlah sungai besar. Kondisi ini menyebabkan banjir di berbagai wilayah, meliputi Kecamatan Menyuke, Meranti, Kuala Behe, Ngabang, dan Jelimpo.

Peningkatan debit air yang signifikan terjadi pada Sungai Menyuke, Sungai Behe, dan Sungai Landak akibat hujan lebat di wilayah hulu. Hal ini mengakibatkan permukiman warga serta sejumlah akses jalan terendam air, sehingga mengganggu aktivitas harian masyarakat setempat.

Wakil Bupati Landak, Erani, menyatakan bahwa pemerintah daerah bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus melakukan pemantauan intensif di titik-titik terdampak. Ia memastikan kondisi saat ini masih terkendali meski kewaspadaan tetap ditingkatkan.

“Kita ketahui bersama memang hari-hari ini curah hujan cukup tinggi dan ada beberapa tempat yang sudah mulai mengalami banjir. Kami bersama pimpinan OPD sudah turun memantau beberapa lokasi,” ujar Erani saat meninjau lokasi terdampak.

Erani menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama dalam penanganan bencana ini. Ia juga menambahkan bahwa bantuan akan segera disalurkan kepada warga setelah proses identifikasi data selesai dilakukan agar pemberian bantuan tepat sasaran.

Baca :  Redam Gejolak Penolakan, Warga Desa Nyayum Kini Dukung Pematokan Lahan oleh Badan Bank Tanah

“Sampai hari ini kondisi masih bisa terkendali, tetapi kalau hujan terus turun tentu harus ada antisipasi lebih lanjut,” tambahnya menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan hujan susulan.

Kepala BPBD Landak, Suseno Caroko Hadi, melaporkan bahwa meski banjir meluas, beberapa titik sudah mulai menunjukkan tren surut. Wilayah tersebut di antaranya Desa Amboyo Utara, Desa Meranti, serta Desa Darit dan Desa Songga di Kecamatan Menyuke.

“Untuk Desa Songga sore kemarin sudah bisa dilewati dan sampai saat ini tidak ada laporan terbaru terkait genangan,” jelas Suseno.

Meski demikian, di Kecamatan Ngabang, debit air justru dilaporkan mulai merangkak naik, terutama di Dusun Pesayangan, Dusun Tanjung, serta kawasan Steher. Di beberapa titik cekung dan bantaran sungai, ketinggian air terpantau mencapai satu meter hingga lebih dari 1,5 meter.

Baca :  Evaluasi Penanganan TBC, Karolin Margret Natasa Ingatkan Bahaya Putus Obat bagi Pasien

“Tadi malam saat pemantauan, air terus naik dan masyarakat mulai memindahkan kendaraan mereka ke tempat yang lebih aman. Kami melihat beberapa titik sudah mulai menyulitkan aktivitas warga,” ungkap Suseno.

Hingga saat ini, BPBD mencatat belum ada warga yang mengungsi ke posko darurat karena sebagian besar memilih bertahan atau menumpang di rumah kerabat. Pemerintah Kabupaten Landak terus mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat peringatan dini cuaca dari BMKG masih menunjukkan potensi hujan.


Ringkasan Berita:

  • Banjir melanda lima kecamatan di Kabupaten Landak akibat luapan Sungai Menyuke, Behe, dan Landak.
  • Wakil Bupati Erani memantau langsung lokasi dan memastikan keselamatan warga menjadi prioritas penanganan.
  • BPBD Landak mencatat ketinggian air di wilayah Ngabang mencapai 1,5 meter di titik-titik tertentu.
  • Beberapa desa di Kecamatan Menyuke dan Meranti dilaporkan sudah mulai surut dan akses jalan kembali terbuka.
  • Bantuan sosial sedang disiapkan pemerintah daerah untuk disalurkan kepada warga yang teridentifikasi terdampak.