KalbarOke.com – Karantina Kalimantan Barat melalui organisasi Dharma Wanita Persatuan menggelar bazar telur murah sebagai bentuk dukungan terhadap peternak lokal di Kalimantan Barat. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 7 Mei 2026 itu menawarkan telur ayam segar dengan harga Rp17 ribu per pak berisi 10 butir.
Harga tersebut berada di bawah pasaran sehingga menarik perhatian pegawai internal maupun masyarakat umum. Bazar yang digelar di halaman kantor induk Karantina Kalbar itu menjadi langkah konkret untuk membantu menyerap hasil panen peternak lokal sekaligus memperluas akses pasar produk peternakan daerah.
Dharma Wanita Persatuan Karantina Kalbar berperan sebagai fasilitator agar produk hasil ternak masyarakat dapat lebih dikenal dan diminati konsumen.
Kepala Karantina Kalbar, Ferdi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen instansinya dalam menjaga keberlangsungan usaha peternak lokal. “Kami ingin memastikan hasil ternak masyarakat mendapatkan akses pasar yang luas sekaligus membantu meringankan beban ekonomi warga melalui harga pangan yang lebih murah,” kata Ferdi.
Ia menilai sinergi antara Dharma Wanita dan pelaku usaha peternakan perlu terus diperkuat demi mendukung kemandirian pangan daerah.
Selain membantu pemasaran hasil ternak, kegiatan bazar juga dimanfaatkan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya konsumsi protein hewani yang sehat dan aman. Panitia memastikan seluruh telur yang dijual telah melalui pemeriksaan kualitas sehingga layak dikonsumsi.
Tingginya minat masyarakat membuat seluruh stok telur yang disediakan habis terjual dalam waktu singkat. Keberhasilan bazar tersebut dinilai menjadi bukti bahwa kolaborasi antara instansi pemerintah dan pelaku usaha kecil mampu memberikan dampak positif terhadap penguatan ekonomi kerakyatan di Kalimantan Barat. (*/)







