Landak  

Cornelis Rayakan Ulang Tahun ke-73, Kesehatan Sang Istri Jadi Kado Terindah di Tengah Pengabdian untuk Negeri

Anggota DPR RI Cornelis merayakan ulang tahun ke-73 di Pendopo Bupati Landak. Kejutan dari keluarga dan membaiknya kondisi sang istri menjadi momen paling berkesan dalam perayaan tersebut. Foto: Ist

KalbarOke.com – Tidak ada pesta mewah atau seremoni yang direncanakan. Anggota DPR RI sekaligus tokoh politik senior Kalimantan Barat, Cornelis, justru dibuat terkejut ketika tiba di Pendopo Bupati Landak, Senin (27/7/2026). Di tempat itu, keluarga telah menyiapkan syukuran sederhana untuk memperingati hari ulang tahunnya yang ke-73 tanpa sepengetahuan dirinya.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai perayaan tersebut. Namun, di balik kebahagiaan itu, Cornelis mengaku hadiah terbesar yang ia rasakan bukanlah pesta ulang tahun, melainkan kabar bahwa kondisi kesehatan sang istri terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

“Saya sebenarnya tidak lagi memikirkan ulang tahun atau acara apa pun. Ternyata anak-anak saya sudah menyiapkan semuanya. Tetapi hadiah ulang tahun yang paling berharga bagi saya adalah istri saya sudah mulai sembuh,” ujar Cornelis dengan mata berkaca-kaca.

Dalam sambutannya, mantan Gubernur Kalimantan Barat dan mantan Bupati Landak dua periode itu mengungkapkan rasa syukur karena masih diberikan kesehatan untuk menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI.

Cornelis mengatakan, di usianya yang kini menginjak 73 tahun, aktivitas kedinasannya masih berlangsung padat. Berbagai kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Indonesia tetap dijalankan sebagai bagian dari tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.

Baca :  Patroli Dialogis Polsek Sengah Temila Perkuat Kemitraan dengan Warga untuk Jaga Kamtibmas

“Saya tidak menyangka sudah berusia 73 tahun hari ini. Puji Tuhan, saya masih diberi kesehatan untuk menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI, masih bisa terbang ke Jambi, Riau, Jawa Timur, Bali, Jawa Tengah, dan berbagai daerah lainnya,” tuturnya. Baginya, usia bukan menjadi alasan untuk mengurangi semangat mengabdi kepada masyarakat.

Perayaan sederhana itu diprakarsai oleh putrinya yang juga Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, bersama sang suami, Andreas Quinn. Karolin mengatakan, selama ini ayahnya lebih banyak mencurahkan perhatian kepada pekerjaan dan pelayanan masyarakat dibanding memikirkan perayaan pribadi. Karena itu, keluarga sepakat memberikan kejutan sebagai bentuk kasih sayang.

“Bapak adalah sosok pekerja keras yang hampir tidak pernah memikirkan perayaan untuk dirinya sendiri. Karena itu kami, anak-anaknya, ingin memberikan syukuran sederhana sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada beliau,” kata Karolin.

Menurutnya, momen ulang tahun tahun ini terasa lebih istimewa karena dibarengi dengan membaiknya kondisi kesehatan sang ibu setelah menjalani masa pemulihan. “Itu menjadi hadiah paling indah, bukan hanya untuk Bapak, tetapi juga bagi seluruh keluarga kami,” ujarnya.

Baca :  Kalbar Sabet Anugerah Adinata Syariah 2026, Wakaf Produktif Berdampak bagi Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Cornelis juga menyampaikan pesan kepada anak-anaknya yang kini mendapat amanah di pemerintahan. Ia berharap mereka tetap teguh dalam menjalankan tugas, mengutamakan kepentingan masyarakat, serta tidak terpengaruh oleh dinamika politik yang dapat mengganggu pengabdian kepada rakyat.

Cornelis juga mendoakan agar mereka senantiasa diberikan perlindungan dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pemimpin. Karolin menegaskan bahwa nasihat sang ayah selama ini selalu menjadi pegangan dalam memimpin Kabupaten Landak.

“Pesan Bapak selalu kami jadikan pedoman. Beliau terus mengingatkan agar kami fokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Landak, apa pun tantangan politik yang dihadapi,” ucapnya.

Acara berlangsung dalam suasana akrab dan dihadiri keluarga besar, kerabat, sahabat, serta sejumlah tamu undangan. Di penghujung acara, Cornelis menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu yang telah hadir untuk berbagi kebahagiaan bersama keluarganya.

Ia kemudian menutup sambutannya dengan salam yang telah lama menjadi identitas masyarakat Dayak sekaligus pesan persaudaraan di Kalimantan Barat. “Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata.” (dRi)