KalbarOke.com — Di tengah derasnya arus informasi dari media sosial, persoalan bukan lagi sekadar seberapa cepat sebuah kabar sampai ke masyarakat. Yang tak kalah penting adalah memastikan kabar itu benar dan memiliki konteks.
Pesan itulah yang mengemuka ketika Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Landak bersama insan pers dari media cetak, elektronik dan online bertemu dengan jajaran Kodim 1210/Landak di Draos Cafe Km 2 Ngabang, Kamis, 20 Agustus 2026.
Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus upaya membangun jalur komunikasi yang lebih terbuka antara wartawan dan TNI. Salah satu yang dibahas adalah pentingnya konfirmasi dan verifikasi ketika muncul informasi mengenai program maupun kegiatan TNI di tengah masyarakat.
Ketua IWO Landak L. Sahat Tinambunan mengatakan hubungan insan pers dan TNI telah terjalin dalam beberapa periode. Ia berharap komunikasi tersebut tidak berhenti sebagai hubungan kelembagaan, tetapi berkembang menjadi kerja sama dalam memastikan publik memperoleh informasi yang utuh.
“Kalau ada informasi yang berkembang di media sosial, kita tetap harus melakukan konfirmasi dan verifikasi kepada pihak TNI maupun pihak yang berwenang. Intinya, jangan sampai informasi yang belum jelas justru menimbulkan persoalan,” ujar Sahat.
Sahat juga menawarkan sejumlah program IWO yang dapat dikolaborasikan dengan Kodim 1210/Landak. Di antaranya program Jurnalistik Goes to School/Goes to Campus serta kegiatan penghijauan dan penanaman pohon. Menurut dia, penanaman pohon merupakan salah satu agenda rutin IWO setiap tahun.
Program tersebut, kata Sahat, juga dapat dikembangkan dalam rangkaian kegiatan memperingati HUT IWO Landak. Pertemuan itu diterima langsung Dandim 1210/Landak Letkol Inf. Doni Prasetyo. Ia didampingi Pasi Intel Kodim 1210/Landak Lettu Arm. Aswan Pranata serta sejumlah anggota Kodim.
Doni mengatakan dukungan media diperlukan untuk menjelaskan berbagai program pemerintah yang dijalankan aparat di lapangan. “Kami juga membutuhkan bantuan, support, dan kerja sama dari rekan-rekan media. Program apa pun yang diberikan oleh negara, jelas tujuannya untuk kepentingan masyarakat. Kami membutuhkan dukungan, salah satunya dalam hal publikasi,” kata Doni.
Menurut dia, media masih menjadi salah satu sarana utama masyarakat memperoleh informasi, meski teknologi dan media sosial terus berkembang. “Masyarakat perlu diberitahukan. Karena itu, apa yang kita kerjakan perlu diinformasikan secara luas kepada publik,” ujarnya.
Doni juga membuka ruang komunikasi dua arah. Wartawan yang memperoleh informasi terkait kegiatan atau pelaksanaan program TNI di Kabupaten Landak diminta melakukan konfirmasi kepada Kodim. “Kalau ada pemberitaan atau informasi yang perlu diklarifikasi, silakan komunikasikan kepada kami. Kami akan cek dan cross-check kebenarannya,” katanya.
Pertemuan tersebut kemudian berkembang menjadi pembahasan mengenai sejumlah program pemerintah yang melibatkan jajaran TNI. Salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Doni menjelaskan posisi Kodim dalam program tersebut lebih banyak pada aspek pendampingan dan monitoring. Kodim, antara lain, membantu pencarian serta pendataan lahan dan jumlah siswa penerima manfaat. Adapun pelaksanaan MBG berada di bawah Badan Gizi Nasional (BGN).
“Dalam pelaksanaannya, MBG menjadi ranah BGN. Kodim melakukan pendampingan dan monitoring. Kalau ditemukan kesalahan atau penyelewengan, tugas kami adalah menegur atau melaporkannya,” jelas Doni.
Penjelasan serupa disampaikan mengenai pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kodim mendapat tugas dalam pembangunan sarana yang telah ditentukan. Setelah pembangunan selesai, pengelolaan sarana dan sistem operasionalnya menjadi ranah pihak terkait dan masyarakat.
Doni berharap KDKMP dapat memperpendek rantai pasok kebutuhan pokok di tingkat desa. Dengan begitu, kebutuhan seperti LPG, pupuk, beras dan minyak goreng diharapkan dapat diperoleh dengan harga lebih terjangkau.
“Kita ingin rantai pasok dari pusat atau distributor bisa lebih dekat langsung ke desa. Tujuannya supaya harga lebih terjangkau dan tidak dimainkan oleh pihak-pihak tertentu,” katanya.
Namun pembangunan KDKMP tidak selalu berjalan mulus. Kesiapan lahan dan kondisi geografis menjadi tantangan di sejumlah lokasi. Karena itu, Doni meminta pemerintah desa dan masyarakat ikut memastikan lokasi pembangunan benar-benar strategis.
“Kalau kita memberikan bantuan dalam bentuk bangunan, yang menerima manfaat adalah masyarakat. Kalau lokasinya kurang bagus, masyarakat sendiri yang rugi,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kualitas bangunan tidak boleh dikorbankan demi mengejar jumlah titik pembangunan. “Spek dan kualitas harus kita utamakan. Pertanggungjawaban saya bukan hanya kepada Angkatan Darat atau negara, tetapi juga kepada masyarakat karena masyarakat yang akan menggunakan bangunan tersebut,” kata Doni.
Salah satu informasi pembangunan yang disampaikan Doni berkaitan dengan jembatan. Di Kabupaten Landak, terdapat sekitar sembilan jembatan yang masuk dalam program pembangunan. Dari jumlah tersebut, lima jembatan disebut telah selesai, sedangkan empat lainnya masih dalam proses pengerjaan.
“Sekitar sembilan jembatan, lima sudah selesai dan empat masih dalam proses pembangunan,” ungkap Doni. Pembangunan tersebut diharapkan membuka akses masyarakat di wilayah yang selama ini menghadapi kendala akibat kondisi jembatan yang rusak maupun belum tersedia.
Doni menilai publikasi menjadi bagian penting agar masyarakat memahami tujuan dan perkembangan program tersebut. Ia berharap TNI, pemerintah, masyarakat dan media dapat mengawal pelaksanaannya secara bersama-sama.
“Intinya, kami melaksanakan program-program ini kembali untuk kesejahteraan masyarakat. Kita harus berjibaku bersama. Jangan sampai tujuan yang baik tercoreng hanya karena kurangnya informasi atau adanya kepentingan pihak tertentu,” tuturnya.
Pasi Intel Kodim 1210/Landak Lettu Arm. Aswan Pranata menambahkan komunikasi terbuka menjadi bagian penting dalam pengelolaan informasi. Ia mengatakan salah satu tugasnya berkaitan dengan pengamanan informasi. Karena itu, wartawan yang membutuhkan penjelasan mengenai kegiatan TNI dapat langsung berkomunikasi dengan pihak Kodim.
“Kalau ada informasi yang perlu diklarifikasi, silakan hubungi kami. Kita duduk bersama dan ngobrol,” kata Aswan.
Menurut dia, komunikasi diperlukan agar persoalan yang sebenarnya sederhana tidak berkembang menjadi informasi yang keliru. “Takutnya ada sesuatu yang sebenarnya biasa, tetapi dibuat besar-besarkan. Karena itu, kita perlu komunikasi agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar,” ujarnya.
Aswan berharap hubungan IWO dan Kodim tidak hanya berlangsung melalui pertemuan, tetapi berlanjut dalam berbagai kegiatan sosial maupun publikasi program yang memberi manfaat bagi masyarakat.
“Yang penting kerja sama. Ke depan kalau ada kegiatan, kita bisa saling mengundang dan berkomunikasi. Kita sudah saling kenal, tinggal bagaimana membangun suasana kerja sama yang lebih baik,” katanya.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen memperkuat komunikasi antara TNI dan insan pers. Bagi kedua pihak, hubungan itu bukan semata soal publikasi, melainkan membangun jembatan informasi agar masyarakat Kabupaten Landak dapat mengetahui program pemerintah secara lebih utuh, sekaligus memahami peran masing-masing pihak dalam pelaksanaannya. (dRi)






