KalbarOke.com – Persaingan menuju panggung Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat resmi dimulai. Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Barat menetapkan sebanyak 633 peserta inti yang akan mewakili 14 kabupaten dan kota dalam ajang yang digelar di Kabupaten Kayong Utara pada 1–9 Agustus 2026.
Penetapan peserta dilakukan setelah seluruh tahapan administrasi melalui sistem E-MTQ dinyatakan selesai. Mulai dari proses pendaftaran elektronik, verifikasi dokumen, masa perbaikan hingga verifikasi akhir menjadi dasar penetapan peserta yang berhak mengikuti kompetisi.
Keputusan tersebut diumumkan dalam Technical Meeting dan Penetapan Peserta MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Pendopo Bupati Kayong Utara, Sukadana, Kamis (23/7/2026).
Ketua Umum LPTQ Provinsi Kalimantan Barat, Brigjen Pol. (Purn) H. Andi Musa, menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan sesuai ketentuan untuk menjamin transparansi dan keabsahan peserta.
“Hari ini kita menetapkan secara resmi peserta MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat setelah melalui proses pendaftaran elektronik (E-MTQ), verifikasi administrasi, masa perbaikan, hingga verifikasi akhir. Seluruh tahapan dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel sehingga menghasilkan peserta yang sah untuk mengikuti MTQ di Kabupaten Kayong Utara,” ujarnya.
Dari hasil verifikasi akhir, jumlah peserta inti mencapai 633 orang, terdiri atas 316 peserta putra dan 317 peserta putri. Selain itu, LPTQ juga menetapkan dua peserta cadangan, sehingga total peserta yang telah terverifikasi sebanyak 635 orang.
Peserta berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat, yakni Bengkayang, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Mempawah, Sambas, Sanggau, Sekadau, Sintang, Kota Pontianak, dan Kota Singkawang.
Berdasarkan keputusan LPTQ Provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Kayong Utara selaku tuan rumah dan Kota Pontianak menjadi daerah dengan jumlah peserta inti terbanyak, masing-masing mengirim 55 peserta.
Di bawahnya terdapat Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, dan Mempawah yang masing-masing mengirim 54 peserta, disusul Kota Singkawang 51 peserta, Kabupaten Sambas 50 peserta, serta Kabupaten Sanggau 45 peserta. Sementara itu, Kabupaten Kapuas Hulu mengirim 40 peserta, Landak 39 peserta, Sekadau 38 peserta, Sintang 37 peserta, Melawi 35 peserta, dan Bengkayang 26 peserta.

Ratusan peserta tersebut akan berkompetisi dalam 24 golongan musabaqah yang mencakup delapan cabang perlombaan, yaitu Seni Baca Al-Qur’an, Qira’at Al-Qur’an, Hafalan Al-Qur’an, Fahm Al-Qur’an, Syarh Al-Qur’an, Seni Kaligrafi Al-Qur’an, Hafalan Hadits Nabi, serta Karya Tulis Ilmiah Hadits.
LPTQ berharap seluruh kafilah memanfaatkan waktu yang tersisa untuk memaksimalkan pembinaan sehingga mampu menampilkan performa terbaik selama pelaksanaan MTQ. Andi Musa menekankan bahwa MTQ bukan hanya ajang mencari juara, tetapi juga menjadi sarana memperkuat syiar Islam dan pembinaan generasi Qur’ani di Kalimantan Barat.
“MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi merupakan wahana pembinaan, syiar Islam, dan penguatan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat. Kami berharap seluruh kafilah menjaga sportivitas, menjunjung tinggi kejujuran, serta bersama-sama menyukseskan penyelenggaraan MTQ XXXIV sehingga mampu melahirkan duta-duta terbaik Kalimantan Barat untuk menghadapi MTQ tingkat nasional,” katanya.
Selain menetapkan peserta, technical meeting juga dimanfaatkan sebagai forum koordinasi antara LPTQ Provinsi dan seluruh LPTQ kabupaten/kota untuk menyamakan persepsi mengenai administrasi peserta, mekanisme perlombaan, hingga aspek teknis penyelenggaraan.
MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dijadwalkan berlangsung pada 1–9 Agustus 2026 di Kabupaten Kayong Utara dan diharapkan menjadi momentum memperkuat pembinaan Al-Qur’an, meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQ, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di Kalimantan Barat. (*/)






