Christiandy Yakin Perbatasan Lebih Berkembang

PONTIANAK, KB1- Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya merasa yakin bahwa daerah perbatasan di Kalbar lebih maju dan berkembang dibanding daerah lain. Guna mewujudkan impian tersebut, Pemprov Kalbar menggelar pertemuan bersama tim sosialisasi kebijakan ekspor-impor di daerah perbatasan bersama Kementerian Perdagangan dan Perhubungan. Acara tersebut digelar di Kantor , Kamis, (4/11/2014).

Christiandy memaparkan mengenai perkembangan masyarakat perbatasan yang sangat pesat, terutama dari aspek ekonomi dan sosial kemasyarakatan, sebagai dampak laju pertumbuhan pembangunan, telah mendorong meningkatnya aktivitas legal maupun ilegal sepanjang perbatasan.

“Di sisi lain, Pemprov memiliki lima kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia bagian Serawak serta memiliki lima pos pemeriksaan lintas batas (PPLB), yakni di Entikong, Nanga Badau, Aruk dan Jagoi Babang,” tuturnya.

“Potensi inilah yang harus kita tingkatkan untuk memajukan perekonomian Kalbar,” tambahnya.

Hanya saja untuk memajukan hal tersebut, terdapat sejumlah masalah yang dihadapi. Akan tetapi hal itu telah diantisipasi dengan mensingkronisasikan kebijakan antar kedua negara.

Seperti melalui Forum Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia yang bertujuan sebagai saluran untuk komunikasi dan koordinasi pemecahan masalah perbatasan kedua negara.

Ia juga menyarankan untuk memajukan perbatasan, semua pihak harus melakukan penataan pengelolaan pos pemeriksaan lintas batas (PPLB) secara modern dan perlu dilakukan secara totalitas, baik untuk perdagangan lintas batas tradisional maupun perdagangan ekspor-impor yang diikuti dengan sistem pengawasan yang baik. (sai/01)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 1326 kali