Kader NasDem Kalbar Resah Soal Berita Merger, Idris Maheru: Konsep Surya Paloh Itu Political Bloc, Bukan Gabung Partai

DPW NasDem Kalbar menggelar aksi damai di Pontianak, memprotes pemberitaan Tempo terkait wacana merger Partai NasDem dengan Gerindra. (Foto: Ist.)

KalbarOke.Com — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kalimantan Barat menggelar aksi damai pada Rabu (15/4/2026) siang guna memprotes pemberitaan media Tempo. NasDem Kalbar menuntut permintaan maaf secara terbuka terkait pemberitaan wacana penggabungan atau merger antara Partai Gerindra dengan Partai NasDem yang dianggap menyesatkan dan memicu keresahan di tingkat kader.

Aksi yang berlangsung di halaman Sekretariat DPW NasDem Kalbar, Jalan KS Tubun, Pontianak ini diikuti oleh jajaran pengurus dan kader. Mereka menilai narasi penggabungan partai yang dibangun dalam pemberitaan tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW NasDem Kalbar, Idris Maheru, menegaskan bahwa berita tersebut sangat mengganggu soliditas internal partai.

“Tempo harus menyampaikan permohonan maaf, bahwa berita itu salah. Karena itu mengganggu dan tentu kader kita resah. Masa NasDem sebesar ini mau di-merger atau digabung dengan partai lain,” tegas Idris usai membacakan pernyataan sikap di hadapan para kader.

Baca :  Sekda Amirullah Ingatkan 85 Ormas Pontianak: Kelola Dana Hibah Harus Sesuai Proposal

Mantan Ketua KPU Kabupaten Kubu Raya ini menjelaskan bahwa terdapat kekeliruan mendasar dalam memahami narasi Ketua Umum NasDem, Surya Paloh. Menurutnya, yang pernah diwacanakan oleh Surya Paloh adalah konsep Political Bloc (Blok Politik), bukan penggabungan organisasi secara fisik.

“Apa yang pernah diwacanakan oleh Ketua Umum itu adalah political bloc. Konsep itu berbeda jauh dengan merger. Ini semacam koalisi permanen atau aliansi yang lebih kuat soal kebijakan. Jadi, arah kebijakan di pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota bisa selaras, tidak hanya sektoral,” jelas Idris.

Ia menambahkan bahwa dalam konsep Political Bloc, setiap partai tetap mempertahankan identitas, struktur, serta ideologi masing-masing tanpa harus melebur menjadi satu entitas baru.

Di sisi lain, Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, sebelumnya di Jakarta telah menegaskan bahwa materi pemberitaan yang dipersoalkan merupakan produk jurnalistik yang sah. Menurutnya, proses peliputan telah melalui verifikasi yang akuntabel dan sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Baca :  Pacu Kemandirian Fiskal, Bupati Aron Tekankan Inovasi OPD dalam Menggali Potensi Pendapatan Daerah

Pihak Tempo menyatakan tetap membuka ruang bagi Partai NasDem untuk menggunakan hak jawab atau memberikan klarifikasi secara resmi sesuai dengan mekanisme Undang-Undang Pers.


Ringkasan Berita

  • DPW NasDem Kalbar menggelar aksi damai menuntut permintaan maaf media Tempo terkait berita wacana merger dengan Partai Gerindra, Rabu (15/4/2026).
  • Ketua Bappilu NasDem Kalbar, Idris Maheru, menyebut isu penggabungan partai tersebut salah besar dan telah memicu keresahan di kalangan kader.
  • NasDem menjelaskan bahwa gagasan Surya Paloh adalah Political Bloc atau aliansi kebijakan permanen, bukan penggabungan struktur partai (merger).
  • Dalam konsep Political Bloc, Partai NasDem ditegaskan akan tetap menjaga identitas, ideologi, dan strukturnya secara mandiri.
  • Pemred Tempo menyatakan pemberitaan tersebut telah sesuai prosedur jurnalistik dan mengimbau NasDem untuk menggunakan hak jawab sebagai mekanisme klarifikasi.