KalbarOke.com – Anggota Komisi I DPR RI, Desy Ratnasari, menyoroti pentingnya keseimbangan antara ketersediaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan kualitas sumber daya manusia (SDM) penerbang TNI Angkatan Laut.
Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja ke Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal), Rabu, 15 April 2026. Menurut Desy, sebagai negara maritim, Indonesia membutuhkan kekuatan udara laut yang optimal. Namun, kondisi saat ini menunjukkan adanya ketimpangan antara jumlah alutsista yang tersedia dan kesiapan SDM penerbang.
“Dari sekitar 40 alutsista, tidak semuanya laik terbang. Di sisi lain, ada lebih dari 350 penerbang yang membutuhkan sarana untuk mengimplementasikan kemampuan mereka,” ujarnya.
Risiko Ketimpangan Kesiapan
Desy mengingatkan agar ketidakseimbangan ini tidak terus berlanjut. Ia menilai, kesiapan SDM tanpa didukung alutsista memadai akan menghambat optimalisasi kemampuan militer.
Sebaliknya, modernisasi alutsista tanpa peningkatan kompetensi penerbang juga berisiko tidak efektif. “Jangan sampai SDM sudah siap, tapi alatnya tidak tersedia. Atau alutsista sudah diperbarui, tetapi tidak diikuti peningkatan kemampuan penerbang,” kata Desy.
Soroti Minimnya Kesiapan Operasional
Ia juga mencontohkan kondisi salah satu jenis pesawat di Puspenerbal. Dari enam unit yang tersedia, hanya dua yang dinyatakan laik terbang, sementara empat lainnya masih dalam proses perawatan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kesiapan operasional, terutama dalam mendukung tugas-tugas pengamanan wilayah laut dan udara nasional.
Anggaran Jadi Kunci
Desy menekankan bahwa penguatan pertahanan tidak cukup hanya melalui kebijakan, tetapi harus didukung oleh anggaran yang memadai dan berkelanjutan. Menurutnya, kebutuhan penerbang tidak hanya mencakup operasional, tetapi juga pelatihan, sertifikasi, hingga sertifikasi internasional yang memerlukan biaya besar.
“Dukungan politik anggaran sangat penting. Setiap penerbang harus menjalani pelatihan dan sertifikasi secara berkala, dan itu membutuhkan anggaran yang tidak kecil,” ujarnya. Ia juga menegaskan pentingnya perawatan rutin alutsista agar tetap siap digunakan, yang juga membutuhkan pendanaan berkelanjutan.
Dorong Dukungan Renstra Pertahanan
Desy menambahkan, rencana strategis (renstra) yang telah disusun Puspenerbal harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan DPR, termasuk dari Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan Kepala Staf Angkatan Laut.
Ia berharap, dengan dukungan anggaran yang konsisten dari tahun ke tahun, kesiapan alutsista dan SDM penerbang TNI AL dapat berjalan seimbang. “Jika keduanya berjalan beriringan, maka kekuatan pertahanan Indonesia sebagai negara maritim akan semakin optimal,” kata Desy.
Komisi I DPR RI pun menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan dan anggaran pertahanan demi menjaga kedaulatan wilayah laut dan udara Indonesia. (*/)







