Ganasnya Erupsi Gunung Merapi di Museum Sisa Hartaku

Kunjungan Reporter Fajar Bahari ke Museum Sisa Hartaku, Jumat (30/11).

0
Foto Fajar Bahari

Yogyakarta“Merapi Tak Pernah Ingkar Janji,” begitu kalimat yang tertulis di salah satu dinding di Museum Sisa Hartaku di Jalan Pentung Merapi, Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Museum ini berisikan barang-barang dan juga fosil yang menjadi saksi bisu ganasnya Erupsi Gunung Merapi yang terjadi tahun 2010 silam.

Sebagai peserta Kegiatan Media Gathering bersama Pertamina tanggal 30 November lalu, Saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat bersejarah di D.I Yogyakarta ini. Perjalanan dari Bandara Adi Sutjipto ke Museum, Kami tempuh sekitar satu jam dengan menggunakan mobil Jeep yang disediakan panitia. Sepaket dengan Lava Tour Merapi.

Sesampainya di Museum Kami langsung bertemu dengan Sriyanto. Dia ini merupakan pemilik rumah yang kini disebutnya Museum Sisa Hartaku. Menurut Sriyanto, erupsi dahsyat itu meninggalkan kesan yang sangat mendalam baginya dan bagi warga lereng Merapi yang menjadi korban.

Oleh karena itulah hingga setahun pasca erupsi, Sriyanto bersama Warga pun mencoba mengumpulkan kembali sisa sisa harta mereka yang rusak untuk mengenang sekaligus sebagai simbol sejarah letusan Gunung Merapi itu.

Satu per satu perabotan rumah ditemukan. Televisi, Laptop, Jam hingga juga tulang belulang Hewan Ternak, terpajanglah di Museum Mini ini. Melihat dan menyentuhnya menimbulkan banyak rasa ngeri di benak, membayangkan betapa Ganas Erupsi.

Sampai Angling pun menghampiri Saya untuk mengingatkan bahwa tak boleh rupanya menggeser atau merubah posisi barang yang telah terpajang. Angling ini merupakan Sopir sekaligus pemandu Kami di tempat ini. Rumahnya juga di Dusun ini. Menurut Angling keberadaan Museum ini dibuat untuk mengenang sejarah musibah itu. Dan memang, “banyak pengunjung yang datang ke sini untuk melihat sejarah tersebut,” ujarnya. (Fjr)

Kumpulan benda benda korban Erupsi yang diletakan di Museum Sisa Hartaku.
Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 610 kali