Hujan Redakan Kabut Asap, Siswa Singkawang Kembali ke Sekolah Mulai Rabu

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang Asmadi. Foto: dok Humas Pemkot Singkawang

KalbarOke.com — Hujan memberi jeda bagi siswa dan guru di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Setelah beberapa waktu belajar dari rumah akibat memburuknya kualitas udara, kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka kembali digelar mulai Rabu, 16 September 2026.

Keputusan itu diambil setelah kualitas udara Singkawang membaik. Hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Singkawang pada Selasa, 15 September 2026, menunjukkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada di angka 71, masuk kategori sedang.

“Dengan kondisi ISPU berada di angka 71 atau kategori sedang, mulai Rabu besok kegiatan belajar mengajar tatap muka kembali dilaksanakan,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang Asmadi seusai rapat, Selasa.

Angka tersebut membuat ruang kelas kembali dibuka. Namun, pemerintah kota belum menganggap situasi sepenuhnya aman. Kebijakan pembelajaran tatap muka masih bersifat sementara dan akan mengikuti perkembangan kualitas udara.

Keputusan membuka kembali sekolah dibahas lintas instansi. Pertemuan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan dan KB, Kantor Kementerian Agama Singkawang, PGRI, Pergunu, Dewan Pendidikan, pengawas sekolah, serta pejabat struktural bidang persekolahan.

Asmadi mengatakan kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI Nomor 20 tertanggal 28 Agustus 2026. Dalam ketentuan itu, kualitas udara kategori sedang masih memungkinkan sekolah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka secara penuh.

Baca :  Dua Hektare Lahan Gambut Terbakar di Singkawang Utara, Tim Gabungan Berjibaku Cegah Api Meluas

Namun, sekolah diminta tidak serta-merta mengembalikan seluruh kegiatan seperti sebelum kabut asap. “Tatap muka bisa dilaksanakan secara penuh, tetapi aktivitas siswa di luar ruangan harus dikurangi,” kata Asmadi.

Kegiatan yang biasa dilakukan di luar kelas, seperti olahraga, upacara, dan ekstrakurikuler, diminta dipindahkan ke dalam ruangan apabila memungkinkan. “Olahraga, upacara dan kegiatan ekstrakurikuler tidak dilaksanakan di luar ruangan. Jika memungkinkan, seluruhnya dilakukan di dalam ruangan,” ujarnya.

Sekolah juga diminta mempertahankan protokol kesehatan. Masker tetap digunakan dan seluruh warga sekolah diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Penurunan ISPU tidak terjadi begitu saja. Kepala DLH Kota Singkawang Emy Hastuti mengatakan hujan lebat yang mengguyur hampir seluruh wilayah kota ikut membersihkan udara. “Penurunan level ISPU hingga angka 71 dipengaruhi hujan lebat yang turun merata di hampir seluruh lima kecamatan di Kota Singkawang,” ujar Emy.

Baca :  Asap Masih Berbekas di Roban, Bhayangkari Singkawang Kirim Logistik hingga Uang Tunai untuk Korban Kebakaran

Namun, hujan belum berarti persoalan asap selesai. Kualitas udara Singkawang masih dapat berubah. Asap dari daerah lain yang masih memiliki titik api berpotensi terbawa angin dan kembali memengaruhi kondisi udara kota. Karena itu, pemerintah tidak mencabut kewaspadaan.

“Kondisi kualitas udara ini masih dinamis. Karena itu, hasil pemantauan ISPU tetap menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tatap muka,” kata Emy.

Bagi sekolah, keputusan kembali ke ruang kelas pun belum menjadi jaminan bahwa pola pembelajaran akan berlangsung seperti biasa. Asmadi mengatakan kebijakan tersebut bersifat tentatif. Jika kualitas udara kembali memburuk, pemerintah akan kembali mengevaluasi pelaksanaan KBM.

“Kalau kualitas udara kembali memburuk, kita akan rapat lagi untuk menentukan apakah pembelajaran dilakukan tatap muka separuh waktu atau kembali dilaksanakan secara daring,” ujarnya.

Dengan demikian, Rabu menjadi hari kembalinya siswa Singkawang ke ruang kelas, tetapi bukan akhir dari kewaspadaan terhadap kabut asap. Hujan telah menurunkan ISPU. Namun, selama titik api masih muncul di wilayah sekitar, kualitas udara Singkawang tetap bisa berubah sewaktu-waktu. (*/)