Korupsi Perparah Kerusakan Hutan

PONTIANAK, KB1 – Ketua Perkumpulan Forest Watch Indonesia (FWI), Tugu Manurung mengatakan hutan memiliki peran yang sangat penting jika dikelola secara berkelanjutan dalam hal positif. Karena manfaat hutan sangat besar bagi kehidupan bukan hanya manusia tapi juga mahluk hidup yang lainnya.

“Namun saat ini keadaan hutan di Indonesia kondisinya sudah luar biasa kehancuranya, baik dari bagian Barat sampai ke Timur, ” kata Tugu kepada kalbarsatu.com, Kamis (18/12/2014).

Mirisnya lagi, lanjut dia, laju kerusakan hutan di Indonesia pernah tercatat yang paling tinggi di dunia. Bahkan telah masuk book of word record. Di mana sekitar 2 Juta Hektar pertahun hutan di Indonesia mengalami kerusakan.

“Kerusakan ini kalau mau digambarkan sekitar enam kali luas lapangan bola permenit hutan kita  dihancurkan. Hingga  sampai sekarang deforestasi hutan di Indonesia masih sangat serius,” ungkapnya.

Tercatat dalam WordPress, keadaan hutan di Indonesia dari Tahun 2009 – 2013 melaporkan laju kerusakan hutan di negara ini mencapai 1, 13 Juta Hektar pertahun. “Indonesia mengalami kerusakan hutan alam,” sesalnya.

Kondisi ini mesti menjadi perhatian serius pemerintah. Karena kerusakan hutan secara garis besar disebabkan tidak baiknya tata kelola hutan di negeri ini. Sementara supremasi hukum di Indonesia masih sangat lemah. Akibatnya tumbuh subur korupsi di sektor kehutanan yang menyebabkan kerusakan luar biasa.

“Maka dari itu, sangat penting melakukan tata kelola hutan yang baik sebagai contoh dibutuhkan data dan informasi yang trasparan sehingga dapat dilihat oleh publik. Di sini publik bisa menjadi pengontrol apa yang terjadi di lapangan dan bisa memperbaiki keadaan” jelasnya.

FWI menambahkan satu diantara penyebab kerusakan hutan adalah sistem politik dan ekonomi di Indonesia yang sangat korup. Banyak pihak mengambil keuntungan sangat besar dari sumber daya hutan untuk kelompok  tertentu atau golongan.

“Inilah yang harus diungkap ke publik secara transparan sehingga dapat mengambil langkah-langkah perbaikan,” harapnya. (Sai/02)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 1324 kali