Kubu Raya Siapkan 140 Dapur MBG, Pemkab Sebut Bisa Tekan Stunting dan Pengangguran

Pemkab Kubu Raya memetakan 140 dapur Makan Bergizi Gratis untuk mendukung pemenuhan gizi, menekan stunting, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Foto: dok Prokopim Kubu Raya

KalbarOke.com – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan komitmennya untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam mengatakan program MBG tidak hanya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah, tetapi juga dirancang menjadi penggerak ekonomi lokal melalui efek berantai atau multiplier effect di berbagai sektor.

“MBG ini sebagai offtaker, memberikan multiplier effect seperti yang disampaikan Pak Wakil Kepala BGN. Program ini akan berdampak pada kawasan strategis nasional maupun program strategis daerah,” kata Yusran saat mendampingi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya meninjau pembangunan dapur MBG di Desa Terentang Hulu, Kecamatan Terentang, Rabu, 13 Mei 2026 lalu.

Menurut Yusran, Bupati Kubu Raya menunjukkan antusiasme tinggi terhadap percepatan pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut. Pemerintah daerah berharap program itu segera berjalan optimal di seluruh kecamatan. “Pak Bupati sangat antusias dan berharap MBG di Kubu Raya bisa secepatnya sukses,” ujarnya.

Baca :  Pemprov Kalbar Lepas Kloter 18, Penerbangan Terakhir Jemaah Haji 2026 dari Pontianak

Pemkab Kubu Raya saat ini telah memetakan sekitar 140 titik dapur MBG yang akan dibangun secara bertahap. Dapur-dapur itu nantinya melayani kebutuhan makanan bergizi untuk anak sekolah, ibu hamil, serta anak-anak dalam fase seribu hari pertama kehidupan.

Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung percepatan penanganan stunting yang masih menjadi persoalan serius di Kubu Raya. “Saat ini lebih kurang 140 titik dapur yang sudah dipetakan. Mudah-mudahan segera terealisasi sehingga kebutuhan anak-anak sekolah, ibu hamil, dan anak-anak pada seribu hari pertama kehidupan bisa terpenuhi dalam rangka mengatasi stunting,” kata Yusran.

Baca :  Sidang Dugaan Pembunuhan di Sanggau Dikawal Ketat, Terdakwa WF Jalani Sidang Online dari Rutan

Ia mengakui angka stunting di Kubu Raya masih tergolong tinggi dibanding sejumlah daerah lain di Kalimantan Barat. Selain itu, tingginya tingkat pengangguran terbuka juga menjadi tantangan yang ingin ditekan melalui implementasi program MBG.

“Di Kubu Raya angka stunting cukup tinggi. Kemudian pengangguran terbuka kita juga sangat tinggi untuk ukuran Kalimantan Barat, bahkan di atas rata-rata,” ujarnya.

Yusran menilai keberadaan dapur MBG akan menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal hingga ke tingkat desa. Program itu diperkirakan melibatkan berbagai sektor mulai dari penyedia bahan pangan, distribusi, hingga tenaga kerja operasional dapur.

Dengan skema tersebut, Pemkab Kubu Raya berharap MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (*/)