Lansia Hilang Sepekan Ditemukan Meninggal di Sungai Remoncok Sanggau

Seorang lansia berinisial MJ ditemukan meninggal di Sungai Remoncok, Kecamatan Jangkang, Sanggau, setelah dilaporkan hilang selama sekitar satu pekan. Foto: dok Humas Polri

KalbarOke.com – Warga Dusun Tanggung, Desa Tanggung, Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di aliran Sungai Remoncok pada Minggu pagi, 24 Mei 2026. Korban diketahui berinisial MJ, 83 tahun, warga Dusun Parus, Desa Tanggung, yang sebelumnya dilaporkan hilang selama sekitar satu pekan.

Kapolsek Jangkang IPTU Sukarjo mengatakan laporan penemuan mayat diterima pihak kepolisian sekitar pukul 09.30 WIB dari masyarakat setempat. “Begitu menerima laporan dari warga, personel Polsek Jangkang bersama tenaga kesehatan langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban serta melakukan penanganan awal di tempat kejadian,” kata Sukarjo.

Petugas kepolisian bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Jangkang dan warga kemudian melakukan pengecekan serta evakuasi korban dari lokasi sungai. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui mengalami demensia atau pikun sehingga sebelumnya sempat meninggalkan rumah tanpa diketahui keberadaannya.

Baca :  PSDKP Pontianak Awasi Pemanfaatan Ruang Laut Keramba Jaring Apung di Pulau Pelapis

Keluarga bersama warga telah melakukan pencarian selama beberapa hari sebelum korban ditemukan. Salah seorang warga, Amrosius Rose, mengatakan dirinya berangkat mencari korban sejak pagi hari setelah mendapat informasi adanya mayat di Sungai Remoncok.

Sekitar pukul 09.00 WIB, korban ditemukan dalam kondisi tengkurap di aliran sungai dan dipastikan telah meninggal dunia. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Warga lainnya, Yohanes Supindo, turut membantu proses pencarian dan evakuasi bersama aparat kepolisian dan masyarakat sekitar.

Baca :  Polsek Entikong Intensifkan Patroli Presisi di Kawasan Perbatasan Indonesia-Malaysia

Menurut hasil pemeriksaan awal tenaga kesehatan dari Puskesmas Jangkang, korban diperkirakan telah meninggal sekitar dua hari sebelum ditemukan. Petugas juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Hasil pemeriksaan tenaga kesehatan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan,” ujar Sukarjo.

Setelah proses identifikasi selesai dilakukan, jasad korban dievakuasi menuju rumah duka di Dusun Parus, Desa Tanggung. Pihak keluarga memutuskan untuk langsung memakamkan korban dan menolak dilakukan autopsi.

Polsek Jangkang turut melakukan pengamanan dan pendampingan selama proses evakuasi hingga pemakaman berlangsung. Situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif. (*/)