Hotspot Terdeteksi di Singkawang Timur, Polisi dan Manggala Agni Sisir Hutan hingga 7,5 Kilometer

Polsek Singkawang Timur bersama Manggala Agni melakukan pengecekan hotspot di Kelurahan Nyarumkop. Meski tidak ditemukan kebakaran, cuaca panas dan lahan kering meningkatkan risiko karhutla. Foto: dok Humas Polri

KalbarOke.com – Kemunculan titik panas (hotspot) di wilayah Kelurahan Nyarumkop, Kecamatan Singkawang Timur, langsung direspons aparat kepolisian bersama Manggala Agni. Tim gabungan menyusuri kawasan hutan untuk memastikan laporan hasil pemantauan udara tidak berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Patroli dan ground check dilakukan pada Jumat (10/7/2026) sore sebagai langkah antisipasi menghadapi meningkatnya risiko kebakaran di tengah cuaca panas dan minimnya curah hujan.

Tim dipimpin Kanit Reskrim Polsek Singkawang Timur IPDA Khadafi M bersama personel piket Polsek Singkawang Timur dan dua anggota Manggala Agni. Mereka bergerak menuju lokasi di Jalan Mencong, RT 009 RW 002, Kelurahan Nyarumkop, yang berjarak sekitar 7,5 kilometer dari Markas Polsek Singkawang Timur.

Pengecekan dilakukan berdasarkan informasi hasil patroli udara yang mendeteksi adanya titik panas di kawasan tersebut. Sesampainya di lokasi, petugas tidak menemukan adanya kebakaran lahan maupun kepulan asap sebagaimana yang dikhawatirkan. Area yang diperiksa merupakan lahan mineral berpasir yang didominasi semak belukar dan kawasan hutan.

Baca :  Viral Mobil Diduga Disiram Air Keras di Sanggau, Ternyata Ini Faktanya

Meski kondisi dinyatakan aman, tim menilai kawasan tersebut tetap memiliki tingkat kerawanan yang tinggi sehingga memerlukan pemantauan secara berkala.

Petugas juga mencatat kondisi cuaca yang cukup ekstrem dengan intensitas sinar matahari tinggi dan curah hujan yang rendah. Situasi tersebut menyebabkan vegetasi menjadi kering sehingga berpotensi memicu kebakaran apabila terjadi aktivitas pembakaran di sekitar lokasi.

Proses pemeriksaan di lapangan juga tidak berlangsung mudah. Tidak adanya akses jalan menuju titik koordinat membuat tim harus berjalan kaki menembus semak belukar dan kawasan hutan untuk memastikan kondisi sebenarnya. Selain medan yang berat, identitas pemilik lahan di sekitar lokasi juga belum diketahui sehingga pemantauan akan terus dilakukan bersama instansi terkait.

Baca :  DPRD Singkawang Soroti Bandara dalam Evaluasi APBD 2025, Minta Pengawasan Barang Ilegal Diperketat

Polsek Singkawang Timur menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan Manggala Agni dan lembaga terkait dalam mendeteksi secara dini potensi karhutla, terutama selama musim kemarau.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran yang lebih luas. Warga diminta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api, asap, maupun indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum meluas menjadi bencana. (*/)