KalbarOke.com – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai menata ulang kawasan Dermaga Rasau Jaya dengan target menjadikannya sebagai pelabuhan yang tertib, aman, nyaman, dan bebas praktik premanisme maupun percaloan. Kawasan yang selama ini menjadi pintu masuk utama dari jalur laut itu diproyeksikan tampil dengan wajah baru mulai Agustus 2026.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kubu Raya, Sujiwo, saat memimpin rapat pembahasan penataan kawasan dan pengelolaan Dermaga Rasau Jaya di Kantor Bupati, Kamis (9/7/2026).
Menurut Sujiwo, Pelabuhan Rasau Jaya memiliki posisi strategis karena menjadi gerbang utama bagi masyarakat yang datang dari sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara. Karena itu, kesan pertama yang diterima para pendatang harus mencerminkan wajah Kubu Raya yang tertib dan ramah.
“Pelabuhan ini adalah wajah Kubu Raya. Banyak masyarakat dari Ketapang, Kayong Utara, dan daerah lainnya yang pertama kali melihat Kubu Raya dari kawasan ini. Karena itu tampilannya harus tertata, bersih, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Sujiwo mengatakan pemerintah daerah ingin menghapus citra pelabuhan laut yang selama ini identik dengan kawasan kumuh, minim penerangan, dipenuhi calo, maupun praktik pemalakan. Ia menegaskan, kawasan Dermaga Rasau Jaya harus menjadi contoh pelabuhan yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun pelaku usaha.
“Kita ingin menunjukkan kepada publik bahwa ini pelabuhan laut, tetapi zero preman. Tidak ada calo, tidak ada pemalakan, terang, bersih, tertata, dan membuat masyarakat merasa nyaman,” tegasnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Pemkab Kubu Raya menyiapkan sejumlah langkah pembenahan. Program itu meliputi penataan ruang publik, pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penertiban pemanfaatan aset pemerintah, peningkatan kualitas pelayanan, hingga penguatan sistem keamanan di kawasan pelabuhan.
Sujiwo meminta seluruh organisasi perangkat daerah bergerak cepat agar perubahan dapat segera dirasakan masyarakat. “Saya minta seluruh perangkat daerah bergerak cepat. Kalau semuanya bisa kita kerjakan sekarang, mengapa harus ditunda. Kita ingin masyarakat melihat perubahan nyata pada bulan Agustus nanti,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Sekretariat Daerah Kabupaten Kubu Raya, Polres Kubu Raya, Dinas Perhubungan, pemerintah kecamatan, serta seluruh perangkat daerah yang terlibat dalam percepatan penataan kawasan tersebut.
Menurut Sujiwo, revitalisasi Dermaga Rasau Jaya bukan menjadi program yang berdiri sendiri. Pemerintah daerah berencana menerapkan konsep serupa di pelabuhan-pelabuhan lain di Kabupaten Kubu Raya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat kawasan transportasi yang aman, tertib, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (*/)






