Perkuat Sinergi Lintassektoral, PT Mayawana Persada Salurkan Puluhan Mesin Pemadam dan Logistik di Ketapang

74 titik embung (water points) terus dipantau secara berkala guna menjaga kelembapan lahan (rewetting) dan mencegah timbulnya titik api baru di konsesi PT Mayawana Persada. (Foto: Ist.)

KalbarOke.Com — PT Mayawana Persada terus mengintensifkan upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di dalam areal konsesi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) wilayah Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Sejak titik api teridentifikasi pada awal Agustus 2026, manajemen perusahaan telah memobilisasi Regu Pemadam Kebakaran (RPK) serta mendirikan posko taktis di 8 lokasi strategis. Tim di garis depan terus menggempur sisa titik api secara intensif menuju target padam 100 persen di tengah kendala medan berat, perubahan arah angin, dan keterbatasan debit air.

Dalam operasi di tingkat tapak, perusahaan melibatkan masyarakat melalui pengaktifan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa-desa penyangga seperti Desa Sekucing Kualan, Sekucing Labai, dan Sungai Mata-mata yang telah dibekali pelatihan serta Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Sinergi juga dijalankan bersama KPH Kayong Utara, BPBD, working group MATA PANDAWA, Yayasan Palung, hingga Posko Solidaritas Rakyat Borneo melalui penyediaan alat berat (PC 60), pembuatan embung, dan sekat bakar hingga ke luar batas konsesi.

Baca :  Lima Hotspot Muncul di Kendawangan, Polisi Temukan Satu Hektare Lahan Terbakar

Guna menunjang efektivitas pemadaman instansi mitra, perusahaan menyalurkan total 23 unit perangkat teknis pemadaman spesifik (mesin pompa tipe Ministrike dan Robin) beserta perlengkapan fire jet nozzle, selang pemadam (fire hose), serta paket obat dan logistik.

Bantuan disalurkan kepada BPBD Kabupaten Ketapang (4 unit mesin pompa, 4 nozzle, 8 selang), Polres Ketapang (4 unit mesin pompa, 4 nozzle, 8 selang), UPT KPH Kayong Utara (3 unit mesin pompa, 3 nozzle, 6 selang), serta BPBD Kabupaten Kayong Utara (2 unit mesin pompa, 2 nozzle, 4 selang).

Perkuat Sinergi Lintassektoral, PT Mayawana Persada Salurkan Puluhan Mesin Pemadam dan Logistik di Ketapang. (Foto: Dok/MW)

Direktur PT Mayawana Persada, Iwan Budiman, S.Hut., menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani ancaman bencana asap.

“Karhutla tidak mengenal batas administrasi maupun batas wilayah kerja perusahaan. Karena itu, penanganannya juga tidak mungkin dilakukan sendiri-sendiri. Mayawana terus mengerahkan personel dan sumber daya yang kami miliki di lapangan, sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, aparat, KPH, masyarakat, MPA, serta berbagai pihak terkait. Fokus kami saat ini adalah memastikan penanganan terus berjalan hingga titik-titik api dapat dikendalikan,” tegas Iwan Budiman, Jumat (11/9/2026).

Baca :  57 WPR di Ketapang Mandek Tanpa IPR, Achmad Sholeh Minta Usulan Lokasi Tambang Rakyat Ditata Ulang

Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, perusahaan secara konsisten mengoptimalkan pengelolaan tata air gambut (water management). Sebanyak 322 sekat kanal (canal blocking) dan 74 titik embung (water points) terus dipantau secara berkala guna menjaga kelembapan lahan (rewetting) dan mencegah timbulnya titik api baru.


Ringkasan Berita:

  • PT Mayawana Persada mengerahkan RPK dan membangun 8 posko taktis untuk memadamkan Karhutla di konsesi Ketapang dan Kayong Utara sejak awal Agustus 2026.
  • Perusahaan mengaktifkan kelompok MPA di Desa Sekucing Kualan, Sekucing Labai, dan Sungai Mata-mata serta berkolaborasi dengan KPH, BPBD, dan Yayasan Palung.
  • PT Mayawana Persada menyalurkan 23 unit mesin pompa pemadam, selang, nozzle, serta logistik kepada BPBD Ketapang, Polres Ketapang, KPH Kayong, dan BPBD Kayong Utara.
  • Direktur PT Mayawana Persada Iwan Budiman menekankan pentingnya penanganan terpadu hingga tahap pendinginan lahan selesai tuntas.
  • Perusahaan merawat 322 sekat kanal (canal blocking) dan 74 embung air untuk menjaga kelembapan bentang lahan gambut (rewetting).