KalbarOke.Com — Pihak Manajemen PT Mayawana Persada mengklaim terus melakukan upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) secara intensif di areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) milik perusahaan yang meliputi wilayah Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.
Melalui keterangan resminya, perusahaan menyebut bahwa langkah penanganan tidak hanya sebatas memadamkan api, melainkan juga ikhtiar menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan warga. Pengawasan titik panas (hotspot) diklaim terintegrasi real-time via platform SiPongi milik KLHK yang disinkronkan dengan patroli darat harian.
Direktur PT Mayawana Persada, Iwan Budiman, menyampaikan bahwa saat ini fokus utama manajemen difokuskan pada pemadaman cepat serta pembenahan penataan kawasan secara menyeluruh ke depan.
“Prioritas kami saat ini adalah memastikan penanganan kebakaran dilakukan secepat dan seefektif mungkin, sekaligus mencegah dampaknya meluas terhadap lingkungan dan masyarakat. Kami menyadari bahwa kejadian ini juga menjadi perhatian berbagai pihak. Karena itu, selain mengerahkan sumber daya untuk penanganan di lapangan, kami melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kondisi kawasan dan langkah-langkah pengelolaan yang perlu diperkuat ke depan,” kata Iwan Budiman dalam rilis resminya, Selasa (25/8/2026).
Guna memperkuat penanganan di lapangan, perusahaan mengerahkan 7 regu inti dan regu pendukung dengan total 170 personel yang tersebar di 8 posko pemadam. Sarana teknis yang dikerahkan mencakup menara pantau, drone, pesawat nirawak VTOL, CCTV, serta 74 titik sumber air (water point) di empat sektor operasional. Patroli darat dan pendinginan area dilakukan selama 24 jam untuk mencegah timbulnya kembali titik api.
Di sisi lain, perusahaan turut membantah anggapan terkait pembukaan kanal yang memicu pengeringan bentang lahan gambut secara masif. Asisten Kepala (Askep) Environment PT Mayawana Persada, Agus Trijoko, meluruskan bahwa seluruh infrastruktur kanal di dalam konsesi difungsikan untuk pembasahan kembali (rewetting).
“Menghadapi musim kemarau dan El Niño, seluruh pintu kanal ditutup rapat guna mempertahankan cadangan air di dalam bentang lahan. Secara teknis, perusahaan menjaga Tinggi Muka Air (TMA) rata-rata pada kisaran 40 sentimeter untuk memastikan lahan tetap lembap tanpa menggenangi perakaran tanaman,” pukas Agus.
Agus menambahkan, pemantauan tinggi muka air tersebut dikontrol secara real-time selama 24 jam melalui stasiun sensor telemetri otomatis (level logger) guna mencegah kebakaran di bawah permukaan tanah (smoldering combustion).
Dalam keterangan rilisnya, PT Mayawana Persada menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, mitra pihak ketiga, dan masyarakat sekitar dalam menjaga keberlangsungan ekosistem dan satwa endemik di Kalimantan Barat.
Ringkasan Berita:
- PT Mayawana Persada merilis klaim penanganan intensif Karhutla di wilayah kerja PBPH Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.
- Direktur PT Mayawana Persada Iwan Budiman menyatakan perusahaan mengerahkan 170 personel di 8 posko pemadam serta mengevaluasi tata kelola kawasan.
- Pemadaman dilengkapi dengan menara pantau, drone VTOL, CCTV, dan 74 water point dengan sistem patroli 24 jam.
- Askep Environment Agus Trijoko membantah tuduhan pengeringan gambut dan mengklaim menutup pintu kanal untuk menjaga Tinggi Muka Air (TMA) rata-rata 40 cm.
- Perusahaan mengklaim menerapkan pemantauan hidrologi gambut berbasis sensor telemetri otomatis guna mencegah kebakaran bawah tanah.






