Diduga Epilepsi Kambuh Saat Menimba Air, Rusdi Ditemukan Tak Bernyawa di Desa Nanga Serawai

Rusdi (31), warga Buntut Ponte yang hilang sejak Kamis malam, ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Melawi, Sintang. (Foto: Hms)

KalbarOke.Com — Warga Desa Nanga Serawai, Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, digegerkan dengan penemuan jasad seorang laki-laki yang mengapung di aliran Sungai Melawi pada Sabtu pagi (11/4/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.

Korban diidentifikasi bernama Rusdi (31), seorang petani asal Dusun Sungai Kumbe, Desa Buntut Ponte. Saat ditemukan oleh warga dan petugas, jasad korban berada dalam posisi telungkup, berjarak sekitar 15 meter dari lokasi awal dirinya dilaporkan hilang.

Peristiwa pilu ini bermula pada Kamis malam (9/4/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Berdasarkan keterangan kepolisian, korban bersama istrinya, Peronika Yuslia, saat itu sedang menginap di sebuah penginapan lanting milik warga setempat. Korban sempat berpamitan kepada istrinya untuk menimba air di sampan yang tertambat di lanting tersebut.

Kekhawatiran muncul setelah 10 menit berlalu namun korban tak kunjung kembali. Sang istri yang menyusul ke dermaga hanya menemukan sampan dalam keadaan kosong tanpa ada alat penimba maupun keberadaan suaminya.

Baca :  Buka Puasa Bersama di Rumah Dinas Wali Kota, KAHMI dan HMI Pontianak Pererat Silaturahmi

Kapolsek Serawai, AKP Bambang Hermanto, menjelaskan bahwa pencarian telah dilakukan secara intensif sejak Jumat pagi (10/4/2026) oleh personel Polsek Serawai bersama pihak keluarga dan warga setempat.

“Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi. Diduga penyakit korban kambuh saat menimba air di sampan, sehingga yang bersangkutan terjatuh ke sungai dan tenggelam,” ujar AKP Bambang Hermanto dalam keterangan tertulisnya.

Setelah jasad ditemukan pada Sabtu pagi, petugas segera melakukan evakuasi. Sekitar pukul 09.30 WIB, pihak keluarga membawa jenazah korban menuju kampung halaman di Desa Sabang Landan menggunakan ambulans air milik Desa Buntut Ponte untuk disemayamkan.

Pihak keluarga telah menyatakan menerima kejadian tersebut murni sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan tindakan visum et repertum. Kepolisian pun telah memfasilitasi pembuatan surat pernyataan penolakan visum yang ditandatangani oleh ahli waris.

Baca :  Respon Kritik Jalan Rusak di Momen Misa Paskah, Krisantus Minta Umat Bijak

Saat ini, Polsek Serawai telah merampungkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif seiring dengan kepulangan jenazah ke rumah duka.


Ringkasan Berita

  • Rusdi (31), seorang petani asal Desa Buntut Ponte, ditemukan meninggal dunia mengapung di Sungai Melawi pada Sabtu (11/4/2026) pagi.
  • Korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Kamis malam saat berpamitan menimba air di sampan dekat penginapan lanting tempatnya menginap.
  • Kapolsek Serawai menyebut penyebab kematian diduga akibat penyakit epilepsi korban kambuh yang menyebabkannya terjatuh ke sungai.
  • Jasad korban ditemukan berjarak 15 meter dari titik awal kejadian setelah dilakukan pencarian selama dua hari oleh warga dan aparat.
  • Pihak keluarga menolak visum dan membawa jenazah menggunakan ambulans air ke Desa Sabang Landan untuk proses pemakaman.