PETANI JAWAI KELUHKAN  INFRASTRUKTUR  PENDUKUNG PERTANIAN

SAMBAS, KB1 – Kecamatan Jawai di Kabupaten Sambas cukup terkenal karena tanahnya yang subur, daerah ini menjadi sentra penanaman beberapa jenis komoditas pertanian Kabupaten Sambas. Selain menanam padi, para petani di daerah ini ada yang menanam kacang kedelai dan jagung di lahan milik mereka. Sedangkan untuk sektor perkebunan, Kecamatan Jawai menjadi pemasok utama beberapa jenis buah lokal diantara buah naga, semangka, kelapa dan masih banyak lagi. Setiap tahunnya hasil panen para petani dijawai selalu memberikan hasil yang menggembirakan, panen Kacang kedelai Bulan Maret lalu misalnya, rata-rata produktifitas lahan mencapai 2,3 ton per hektar.

Namun sayang potensi pertanian di Kecamatan Jawai terhambat oleh buruknya infrastruktur jalan raya sebagai penghubung antar daerah. Hal ini menyebabkan mobilitas masyarakat menjadi tidak optimal yang sedikit banyak memberikan pengaruh buruk pada sektor pertanian.

“Kalau ditanya kendala petani di sini, yang paling mereka keluhkan adalah jalan rusak, sebab akan menyulitkan membawa hasil panen ke gudang, dari gudang ke agen dan banyak lagi lah, soalnya jalan raya kan dipakai untuk aktifitas masyarakat,” cerita Hamdan seorang Penyuluh Pertanian di Kecamatan Jawai.

Kerusakan jalan raya di Kecamatan Jawai memang cukup memprihatinkan, sepanjang jalan dari Pelabuhan Perigi Piyai ke Pasar Sentebang badan jalan dipenuhi lobang dan batu yang bertebaran. Padahal jalur tersebut adalah rute utama keluar masuk Kecamatan Jawai.

“Hampir sebagian besar jalan raya di sini memang rusak parah, mau bawa barang ke luar sulit dan makan waktu lebih lama, begitu juga saat kita mendatangkan pupuk atau alat-alat berukuran besar untuk digunakan di sini juga jadi sulit, mudah-mudahanlah segera diperbaiki pemerintah,” ujar Hamdan berharap.

Jalan raya dari Pasar Sentebang menuju desa-desa sentra pertanian di Kecamatan ini juga tak kalah rusaknya dengan jalur utama menuju pelabuhan. Jalan yang melintasi desa Sarang burung kolam, nilam, penimpaan sampai desa mutus kondisinya juga berlobang dan berbatu. Padahal desa-desa tersebut merupakan sentra pertanian di Kecamatan Jawai (tan/06).

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 1530 kali