Pria Pencari Rotan Hilang di Sungai Kapuas Sanggau, Speed Air Ditemukan Terbalik

Seorang pria bernama Johin dilaporkan hilang di Sungai Kapuas, Sanggau, saat mencari rotan menggunakan speed air. Polisi dan warga masih melakukan pencarian korban. Foto: dok Humas Polri

KalbarOke.com – Seorang pria paruh baya bernama Johin, 50 tahun, dilaporkan hilang di aliran Sungai Kapuas, Dusun Sungai Kodang, Desa Sungai Alai, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Minggu, 24 Mei 2026. Korban diduga mengalami kecelakaan air saat mencari rotan menggunakan speed air berbodi kayu dengan mesin 2 PK.

Informasi hilangnya korban pertama kali diterima Polsek Kapuas sekitar pukul 19.30 WIB melalui laporan Kepala Desa Sungai Alai. Aparat kepolisian kemudian berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait untuk melakukan pencarian.

Kapolsek Kapuas IPTU Marianus mengatakan korban berangkat seorang diri sekitar pukul 08.00 WIB menuju seberang sungai untuk mencari rotan. Namun hingga siang hari, korban tidak kembali ke rumah sehingga warga mulai melakukan pencarian.

“Sekitar pukul 11.00 WIB, perahu milik korban ditemukan warga dalam keadaan terbalik di sekitar Jetty PT MAS. Dari kondisi tersebut, dugaan sementara mengarah pada kecelakaan air,” kata IPTU Marianus saat dikonfirmasi pada Senin, 25 Mei 2026.

Baca :  Polsek Entikong Intensifkan Patroli Presisi di Kawasan Perbatasan Indonesia-Malaysia

Perahu korban pertama kali ditemukan seorang warga bernama Agus Susanto. Saat ditemukan, speed air berada dalam posisi terbalik tanpa ada tanda-tanda keberadaan korban di sekitar lokasi. Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada warga lainnya dan aparat desa untuk dilakukan pencarian lanjutan.

Warga bersama aparat desa menyisir bantaran Sungai Kapuas dan kawasan hutan di sekitar titik keberangkatan korban. Pencarian dilakukan secara manual dengan menelusuri sejumlah lokasi yang diduga menjadi titik hanyut korban.

Menurut Marianus, derasnya arus Sungai Kapuas dan kondisi cuaca yang kurang bersahabat menjadi hambatan utama dalam proses pencarian. Ia menduga faktor cuaca dan arus sungai turut menyebabkan speed air korban terbalik.

“Kondisi arus sungai saat ini cukup deras ditambah cuaca yang kurang baik. Hal tersebut sangat berisiko bagi aktivitas transportasi air, terutama menggunakan perahu kecil,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama ketika debit air meningkat dan cuaca buruk. Pencarian sempat dihentikan sementara sekitar pukul 20.00 WIB karena cuaca memburuk dan situasi malam dinilai membahayakan keselamatan tim pencari.

Baca :  Modus Antar Pacar, Motor Warga Sekayam Digelapkan Teman Sendiri Senilai Rp28 Juta

Meski demikian, pencarian direncanakan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya dengan melibatkan sejumlah unsur terkait. Polsek Kapuas telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Sanggau untuk mendukung pencarian korban.

Kepolisian juga merekomendasikan keterlibatan Basarnas dan instansi terkait agar proses pencarian dapat dilakukan lebih maksimal. Marianus mengatakan lokasi ditemukannya speed air di sekitar Jetty PT MAS menunjukkan kemungkinan korban telah terbawa arus cukup jauh dari titik awal keberangkatan.

Karena itu, area pencarian akan diperluas di sepanjang aliran Sungai Kapuas. “Kami juga berkoordinasi dengan pihak PT MAS untuk mendukung akses dan kelancaran pencarian di sekitar lokasi jetty,” katanya.

Polisi turut mengingatkan warga yang beraktivitas di wilayah Sungai Kapuas agar selalu menggunakan perlengkapan keselamatan seperti pelampung guna meminimalkan risiko kecelakaan air. (*/)