Sutarmidji : Budaya Saprahan dan Kuliner Melayu Daya Tarik Wisata

Gubernur Kalbar Sutarmidji saat menyantap kuliner khas melayu di Festival Saprahan HUT Kota Pontianak ke- 247 di Gedung PCC, Rabu (17/10) Pagi. Foto Ary Setiawan

Pontianak – Gubernur Kalbar Sutarmidji menilai budaya saprahan dan kuliner melayu bisa jadi daya tarik wisata. Hal itu disampaikannya, saat menghadiri Festival Saprahan HUT Kota Pontianak ke- 247 di Gedung PCC, Rabu (17/10) Pagi.

“Beberapa jenis masakan Melayu kita, ada keunikan tersendiri. Oleh karena itu, kuliner ini akan jadi daya tarik wisata sekaligus dipatenkan bila perlu, untuk melindungi hasil karya orang kita supaya tidak diklaim Negara lain,” ujar Sutarmidji, di lokasi acara.

Festival Saprahan HUT Kota Pontianak ke- 247 ini diikuti 30-an peserta lomba. Mereka menyajikan saprahan dengan menghidangkan menu masakan khas Melayu yang begitu nikmat.  Di antaranya pajeri nenas, sambal wak dolah bahkan dari jenis minuman seperti air serbat yang merupakan ciri khas hidangan pada moment tertentu.

Baca :  Sita 60 Layangan di Pontianak Utara, Satpol PP Sebut Sudah Banyak Korban Akibat Tali Gelasan

“Saprahan dan arakan penganten harus tetap dilestarikan dan harus ada pakemnya biar orang tahu prosedur pelaksanaannya,” kata Sutarmidji.

Ia menilai saprahan merupakan kekayaan khasanah budaya melayu yang hingga kini masih dipraktekan di Kalbar. Meski demikian, budaya melayu yang kental dengan nilai kearifan tersebut harus terus dilestarikan melalui pengetahuan generasi mendatang.

Baca :  Polda Kalbar Minta Wali Kota Beri Sanksi THM yang Terbukti Langgar Aturan Narkoba

“Kuliner khas melayu  juga perlu dilestarikan bahkan dipatenkan. Karena cita rasa kuliner khas melayu Kalbar punya keunikan tersendiri dan dapat menjadi magnet pariwisata,” jelasnya. (AR)