Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Supadio, Warga Berjubel Datangi TKP

KUBU RAYA, KB1-Rekontruksi kasus pembunuhan pegawai di kawasan Supadio, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, digelar, Jumat (24/10) pukul 14.15 Wib. Tersangka DA bersama rombongan kepolisian tiba di lokasi kejadian, di komplek yang terletak di sebelah kanan, sebelum memasuki gerbang kawasan Supadio.

Dengan dikawal ketat petugas, tersangka yang mengenakan helm standar dengan muka ditutup kaca helm, turun dari kendaraan Nissan Xtrail warna coklat silver, langsung masuk ke dalam rumah tempat kejadian perkara. Ada beberapa adegan di pragakan. Reka ulang dilakukan tertutup.

Kabar adanya rekonstruksi sontak menyebar. Warga setempat, dan terutama pegawai bandara, rekan sekerja korban, berbondong mendatangi lokasi. Apalagi setengah jam sebelumnya, beberapa petugas kepolisian sudah berjaga di depan mulut gang tempat kejadian perkara.

“Kami pengen liat pelakunya kayak bagaimana. Tapi ternyata wajahnya tak kelihatan,” celetuk salah seorang di tempat kejadian perkara yang dipasang garis pembatas polisi.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian dari rekonstruksi kasus pembunuhan yang diketahui Minggu (19/10) tersebut. “Semua tahapan sepertinya dilakukan lancar-lancar saja tadi tu,” ungkap salah seorang polisi di lokasi.

Menurut Hendra, salah seorang warga, dia sengaja datang untuk melihat pelaku pembunuhan. “Bahkan tadinya kalau bisa, dihajar saja sekalian jika ada peluang. Perbuatannya terlalu bejat hingga menghilangkan nyawa orang lain,” tukasnya kesal.

Kakak kandung korban Rudi Hartono, yang juga ada di lokasi kejadian Jumat sore tadi, pun enggan untuk berkomentar. Selama rekonstruksi berlangsung, pria bertubuh kurus tinggi dan berkulit gelap tersebut, hanya sibuk menelpon.

“Wajahnya mirip sekali dengan sang adik (korban),” ujar Suwondo, rekan sekerja Rudi Hartono, yang juga ikut menyaksikan rekonstruksi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga Supadio, digemparkan dengan tergelataknya salah seorang petugas perusahaan ekspedisi bandara, Minggu (19/10) subuh. Korban terbujur kaku di atas kasur yang sedang terbakar. Pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka tusukan. Pada saat korban ditemukan, telepon seluler bersama kendaraan miliknya raib. Dan inilah ternyata yang menjadi petunjuk untuk membekuk pelaku DA, salah seorang pelajar SMA di Pontianak, yang diduga memiliki hubungan asmara sesame jenis dengan korban. (awr)

 

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 1515 kali