Warga Nilai Perbaikan Jalan Trans Kalimantan Terkesan Asal-asalan

0
Kondisi Jalan Trans Kalimantan di Desa Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, rusak dan banyak terdapat lubang yang berpotensi membahayakan keselamatan pengendara. Foto Septa Haryati

Kubu Raya – Kondisi Jalan Trans Kalimantan di Desa Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, kerap mengalami kerusakan. Terdapat banyak lubang berpotensi membahayakan keselamatan pengendara di jalan yang merupakan akses antar Kabupaten bahkan antar Provinsi ini.

Sidehri, warga setempat mengaku kondisi jalan berlubang sudah terjadi sejak November tahun lalu. Dia menyebut dari sekian banyak kecelakaan yang terjadi di daerah tersebut dan juga di Desa Jawa Tengah, faktor utamanya adalah kondisi jalan rusak.

“Pengendara menghindari jalan rusak tadi, sehingga bersenggolan dengan kendaraan-kendaraan berat. Karena ini adalah jalan trans, akses antar provinsi dan di sini juga alat-alat berat lewat. Itulah yang menyebabkan mereka tidak bisa menghindari sehingga terjadi tabrakan,” katanya saat ditemui di lapak durian tempatnya berjualan di pinggir Jalan Trans Kalimantan, Jum’at (11/1) Sore.

Baca :  Pasar Malam Borneo Icon Akibatkan Macet

Meski sempat ada upaya perbaikan, namun Sidehri menilai mutu dan kualitasnya kurang baik dan terkesan asal-asalan. Bahkan pada bulan Agustus 2018 juga ada upaya perbaikan namun sama saja. Karena tidak dilakukan secara baik hasilnya tidak bertahan lama dan kembali rusak.

“Karena di wilayah ini sering terjadi kecelakaan, maka kami meminta dan berharap agar Pemerintah selalu mengontrol setiap pengerjaan atau proyek-proyek perbaikan jalan ini,” pintanya.

Baca :  Kaum Wanita Diharap Berpartisapasi Tentukan Masa Depan Bangsa di Pemilu

Saat musim hujan, lanjut Sidehri, lubang-lubang jalan tidak tampak karena tertutup genangan air. Inilah yang kerap memicu terjadinya kecelakaan. “Tahun 2018 pernah dua kali perbaikan yang saya ketahui, cuma memang pengerjaannya tidak optimal, tidak dikontrol dengan baik makanya jalan itu selalu rusak,” pungkasnya. (Ata)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 361 kali