Optimisme Ekonomi 2026 Menguat, Prabowo dan Menkeu Yakin Indonesia Masuk Fase Ekspansi

Ilustrasi Pemerintah optimistis prospek ekonomi Indonesia 2026 menguat. Presiden Prabowo dan Menkeu Purbaya menilai indikator sosial-ekonomi membaik dan pertumbuhan berpeluang menuju 6 persen. Foto: Anita dari Pixabay

KalbarOke.com – Pemerintah menyatakan optimisme tinggi terhadap prospek perekonomian nasional seiring membaiknya berbagai indikator ekonomi dan sosial. Keyakinan tersebut ditegaskan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2).

Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga dan mengelola seluruh kekayaan negara serta sumber daya alam agar dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat. Prinsip tersebut, menurut Presiden, menjadi fondasi utama arah kebijakan ekonomi dan fiskal nasional.

“Yang penting bagi kita adalah menjaga dan mengelola seluruh kekayaan negara dan sumber daya alam untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Saya percaya ekonomi kita akan sangat baik tahun ini,” ujar Presiden.

Prabowo mengungkapkan bahwa berbagai kebijakan pemerintah mulai menunjukkan dampak nyata di tingkat daerah. Berdasarkan laporan para kepala daerah, konsumsi rumah tangga mengalami peningkatan, sementara indikator sosial seperti kemiskinan dan pengangguran terbuka menunjukkan tren penurunan.

Baca :  Kementerian UMKM Klaim Kemitraan Ritel Dongkrak Transaksi Usaha Rakyat Rp5,6 Triliun per Tahun

“Para kepala daerah melihat kemiskinan menurun, pengangguran terbuka menurun, dan jumlah orang bekerja meningkat. Rasio gini juga dalam tren menurun. Program Makan Bergizi Gratis telah mendorong konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi di desa-desa hingga lapisan terbawah,” kata Presiden.

Sejalan dengan itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai perbaikan indikator ekonomi memperkuat optimisme terhadap prospek ekonomi nasional. Menurutnya, Indonesia berpeluang memasuki fase pertumbuhan yang lebih cepat apabila momentum kebijakan dapat dijaga secara konsisten.

“Kita punya kemungkinan besar membawa ekonomi Indonesia menuju Indonesia Emas, bukan Indonesia Suram,” ujar Menkeu.

Purbaya menegaskan kebijakan fiskal dirancang untuk menopang dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Dalam APBN 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen, namun tetap membuka ruang untuk mendorong capaian yang lebih tinggi.

Baca :  Prabowo Tegaskan Makan Bergizi Gratis Fondasi Bangun SDM Unggul Indonesia

“Target kita 5,4 persen, tapi saya akan mencoba mendorong ke arah 6 persen,” katanya.

Lebih lanjut, Menkeu menjelaskan bahwa berdasarkan indikator Leading Economic Index dan Coincident Economic Index, ekonomi Indonesia saat ini berada dalam fase ekspansi jangka menengah. Setelah mengalami tekanan akibat pandemi, fase ekspansi ini diproyeksikan dapat berlangsung hingga 2033.

“Kalau kita kelola dengan benar, kita bisa ekspansi terus sampai 2033. Jadi tidak perlu khawatir dengan prospek jangka menengah ekonomi kita,” tegas Purbaya.

Optimisme pemerintah ini menjadi sinyal positif bagi dunia usaha dan masyarakat bahwa perekonomian nasional berada di jalur yang solid menuju pertumbuhan berkelanjutan dan visi Indonesia Emas di masa depan. (*/)