Bahlil Pimpin Satgas Transisi Energi, Percepatan PLTS 100 Gigawatt untuk Sekolah dan Desa

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. Foto: dok Kementerian ESDM

KalbarOke.com – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan implementasi energi bersih dan terbarukan di Indonesia, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang akan diperuntukkan bagi sekolah serta desa-desa di berbagai daerah.

Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Negara yang membahas percepatan transisi energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah menargetkan pengembangan PLTS hingga kapasitas 100 gigawatt.

“Kami baru selesai melakukan rapat terbatas dengan Bapak Presiden yang pembahasannya lebih pada implementasi energi bersih dan terbarukan, termasuk kaitannya dengan 100 gigawatt untuk PLTS serta pengembangan energi baru terbarukan,” kata Bahlil di kompleks Istana Negara, Kamis, 6 Maret 2026.

Untuk mempercepat realisasi program tersebut, Presiden Prabowo juga membentuk satuan tugas percepatan transisi energi. Dalam struktur satgas tersebut, Bahlil ditunjuk sebagai ketua.

Baca :  Saham Negara di Freeport Naik Jadi 63 Persen pada 2041, Pemerintah Kejar Penerimaan Lebih Besar

Menurut Bahlil, pembentukan satgas ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat peralihan dari energi berbasis fosil menuju energi yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat mengurangi beban subsidi energi yang selama ini cukup besar.

“Orientasinya adalah agar transisi energi bisa kita lakukan dengan cepat, sekaligus mengurangi subsidi. Karena dengan kita mengonversi dari PLTD berbahan diesel ke PLTS, itu akan menciptakan efisiensi terhadap subsidi listrik,” ujarnya.

Pemerintah juga menilai langkah tersebut dapat mendorong penggunaan kendaraan listrik secara lebih luas di masyarakat.

Kementerian ESDM, kata Bahlil, akan memprioritaskan pemanfaatan PLTS untuk mempercepat elektrifikasi di wilayah terpencil, terutama di pulau-pulau kecil yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses listrik.

Baca :  Presiden Prabowo Tiba di Washington, Dijadwalkan Bertemu Presiden AS Donald Trump

Program tersebut merupakan bagian dari agenda strategis pemerintah untuk memperluas akses energi sekaligus meningkatkan ketersediaan listrik di daerah yang sulit dijangkau jaringan energi konvensional.

Selain pembangunan PLTS, Presiden Prabowo juga meminta percepatan program konversi sepeda motor berbahan bakar fosil menjadi sepeda motor listrik.

Pemerintah menargetkan konversi sekitar 120 juta sepeda motor dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan. “Bapak Presiden sangat berkeinginan implementasinya dilakukan segera. Maksimal dalam waktu tiga sampai empat tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi,” kata Bahlil. (*/)