Prabowo Tegaskan Perang Melawan Korupsi dan Target Kemandirian Pangan-Energi

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen memberantas korupsi serta memperkuat kemandirian pangan dan energi saat meresmikan 218 jembatan dari Hambalang. Foto: BPMI Setpres

KalbarOke.com — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat pemberantasan korupsi sekaligus mendorong kemandirian nasional di sektor pangan dan energi. Penegasan itu disampaikan saat meresmikan 218 jembatan di berbagai daerah di Indonesia melalui konferensi video dari Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 9 Maret 2026.

Menurut Prabowo, pengelolaan kekayaan alam Indonesia harus dilakukan secara lebih efektif dan bertanggung jawab agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Kekuatan kita, kekayaan kita yang luar biasa sesungguhnya harus lebih baik lagi kita kelola, lebih baik lagi kita kendalikan. Untuk itu saya tegaskan kembali bahwa kita harus memerangi korupsi di setiap tingkat,” kata Prabowo.

Korupsi Sebabkan Kebocoran Keuangan Negara

Prabowo menilai praktik penyalahgunaan wewenang dan kolusi dapat menyebabkan kebocoran keuangan negara yang signifikan. Hal tersebut, kata dia, berpotensi mengurangi kemampuan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari bencana alam hingga krisis global.

Baca :  Pariwisata Berkelanjutan Kunci Daya Saing Indonesia di Panggung Global

“Korupsi, penyalahgunaan wewenang, penipuan, kolusi dengan pengusaha-pengusaha nakal, ini yang mengakibatkan kebocoran negara,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kebocoran tersebut dapat mengurangi kemampuan negara untuk memanfaatkan kekayaan nasional yang seharusnya dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dorong Kemandirian Nasional

Selain pemberantasan korupsi, Prabowo menekankan pentingnya kemandirian ekonomi agar Indonesia mampu menghadapi dinamika global yang tidak menentu.

Ia mengatakan pemerintah telah mempelajari berbagai data mengenai potensi kekayaan nasional dan optimistis Indonesia mampu keluar dari berbagai krisis dalam kondisi yang lebih kuat. “Saya sudah melihat dan mempelajari angka-angka serta data kekayaan kita. Setiap hari kita akan keluar lebih kuat, lebih makmur, dan lebih produktif,” katanya.

Baca :  Presiden Prabowo Tiba di Washington, Dijadwalkan Bertemu Presiden AS Donald Trump

Swasembada Pangan dan Energi

Prabowo juga menyoroti pentingnya kemandirian di sektor pangan dan energi sebagai fondasi ketahanan nasional. Menurut dia, swasembada beras tetap menjadi prioritas karena merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia.

Ia menyatakan pemerintah juga menargetkan peningkatan produksi sumber protein nasional untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. “Dalam keadaan perang di mana-mana, swasembada beras menjadi sangat penting karena beras adalah makanan pokok kita,” ujar Prabowo.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong swasembada energi untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM). “Masalah BBM juga bertahun-tahun saya perjuangkan agar kita mencapai swasembada energi,” kata Prabowo. (*/)