KalbarOke.Com — Kebijakan baru mengenai kuota haji nasional memberikan dampak signifikan bagi Kabupaten Landak. Pada musim haji tahun 2026 ini, jumlah jemaah yang diberangkatkan dari daerah tersebut mengalami penurunan drastis, yakni hanya tiga orang dibandingkan 52 orang pada tahun sebelumnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Landak (Kemenhaj) Kabupaten Landak, Hasan Basri, menjelaskan bahwa penurunan ini merupakan konsekuensi dari perubahan sistem pengaturan kuota yang kini merujuk pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025.
“Kalau dulu kuota itu berbasis kabupaten, sekarang tidak lagi. Kuota ditentukan berdasarkan provinsi, sehingga distribusinya mengikuti urutan pendaftar secara keseluruhan,” ujar Hasan Basri saat ditemui di Kantor Kemenag Landak, Selasa (17/3/2026).
Sistem baru ini memprioritaskan calon jemaah berdasarkan urutan pendaftaran di tingkat provinsi. Daerah dengan daftar tunggu (waiting list) yang masih menyisakan pendaftar tahun 2011 atau 2012 kini mendapatkan porsi lebih besar. Sebaliknya, di Kabupaten Landak, sebagian besar pendaftar lama di bawah tahun 2015 sudah diberangkatkan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Di Landak, pendaftar lama sudah hampir semuanya berangkat. Mereka yang masih menunggu di daerah lain inilah yang sekarang diprioritaskan oleh sistem,” tambahnya.
Sebagai gambaran pergeseran kuota ini, Kota Pontianak tahun ini memberangkatkan sekitar 1.500 jemaah. Sementara itu, Kabupaten Kapuas Hulu hanya memberangkatkan dua orang, dan Kabupaten Sambas yang biasanya mengirim ratusan jemaah kini tersisa sekitar 20 orang.
Terkait persiapan, Hasan Basri memastikan tiga jemaah asal Landak tersebut tetap mendapatkan bimbingan maksimal. Manasik haji dijadwalkan berlangsung pada 6–7 April 2026 mendatang. Seluruh proses administrasi, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga visa, dilaporkan telah rampung.
Ketiga jemaah tersebut dijadwalkan bergabung dalam Kloter 14 dengan rincian perjalanan sebagai berikut:
• 4 Mei 2026: Keberangkatan dari Landak menuju Pontianak.
• 5 Mei 2026: Bertolak dari Pontianak menuju embarkasi Batam.
• 6 Mei 2026: Keberangkatan dari Batam menuju Madinah (Gelombang Pertama).
Hasan Basri mengimbau masyarakat untuk rutin memantau estimasi keberangkatan melalui aplikasi Haji Pintar, mengingat adanya perubahan jadwal yang bisa bergeser hingga tahun 2030 bagi sebagian calon jemaah. Namun, ia menyebut peluang percepatan tetap ada, terutama melalui kuota prioritas lansia atau adanya tambahan kuota dari Pemerintah Arab Saudi di masa depan.







