Polda Kepri Periksa Bank CIMB Niaga, Usut Pembobolan Rekening Rp4,3 Miliar

Ilustrasi Polda Kepri memeriksa pihak bank CIMB Niaga terkait kasus pembobolan rekening Rp4,3 miliar di Batam. Penyidik telusuri alur transaksi. Foto: Steve Buissinne dari Pixabay

KalbarOke.com – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Riau terus menyelidiki kasus dugaan pembobolan rekening nasabah senilai Rp4,3 miliar. Terbaru, polisi memeriksa pihak CIMB Niaga guna menelusuri alur transaksi serta potensi celah keamanan yang dimanfaatkan pelaku.

Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri, Arif Mahari, mengatakan pemeriksaan terhadap perwakilan bank dilakukan pada Selasa, 7 April 2026. Dua orang dari pihak bank hadir dan menjalani pemeriksaan sejak pagi. “Untuk pihak bank sudah datang. Pemeriksaan masih berjalan dari pagi,” ujar Arif.

Ia menjelaskan, keterangan dari pihak bank menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan. Namun, detail materi pemeriksaan belum dapat disampaikan karena kasus masih dalam tahap pendalaman.

Baca :  OJK Gandeng Bareskrim Polri Perkuat Penegakan Hukum Sektor Keuangan

Kasus ini mencuat setelah sebuah perusahaan di Batam melaporkan kehilangan dana sebesar Rp4,38 miliar dari rekening mereka. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp900 juta telah berhasil diamankan kembali, sementara sisanya sekitar Rp3,4 miliar masih dalam penelusuran.

Direktur perusahaan korban mengungkapkan bahwa dana yang kembali bukan berasal dari penggantian pihak bank, melainkan dana yang sempat tertahan sebelum sempat ditarik pelaku.

Ia juga menyoroti adanya transaksi mencurigakan yang terjadi di luar jam operasional. Dana dalam bentuk dolar Amerika Serikat disebut tiba-tiba dikonversi menjadi rupiah tanpa persetujuan, lalu ditransfer ke sejumlah rekening berbeda.

Baca :  Kasus Judi Online Rp55 Miliar Masuk Tahap II, Bareskrim Serahkan 5 Tersangka ke Jaksa

Selain itu, korban mengaku sempat mengikuti arahan dari call center resmi bank saat kejadian berlangsung. Namun, ia menilai sistem keamanan perbankan masih memiliki celah yang dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan siber.

Akibat insiden tersebut, operasional perusahaan terdampak. Pihak perusahaan terpaksa mencari dana talangan untuk memenuhi kewajiban, termasuk pembayaran gaji karyawan dan pajak.

Saat ini, penyidik masih menelusuri aliran dana yang diduga tersebar ke sejumlah rekening di berbagai bank. Polisi juga membuka kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. (*/)