KalbarOke.Com — Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus, menyebut perayaan Naik Dango tahun ini sebagai momen bersejarah bagi masyarakat Dayak. Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi perhelatan Naik Dango ke-41 yang dipusatkan di Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Senin (27/4/2026).
Menurut Krisantus, penyelenggaraan kali ini memiliki makna istimewa karena berhasil menyatukan masyarakat Dayak dari tiga kabupaten (Landak, Mempawah, dan Kubu Raya) dalam satu ruang kebersamaan. Persatuan ini menjadi simbol kuat bahwa adat dan tradisi tetap hidup dan dijaga dengan kokoh.
“Ini adalah perayaan Naik Dango yang sangat bersejarah. Tiga kabupaten bersatu dalam satu kegiatan adat yang sakral. Ini menunjukkan bahwa budaya kita tidak hanya dijaga, tetapi juga dirayakan bersama,” ujar Krisantus.
Naik Dango merupakan upacara adat masyarakat Dayak Kanayatn sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Jubata (Tuhan Yang Maha Esa) atas hasil panen selama setahun terakhir. Tradisi ini juga menjadi titik awal bagi petani untuk memohon berkah sebelum memulai musim tanam berikutnya.
Bupati Kubu Raya, Haji Sujiwo, yang turut hadir menegaskan bahwa kebudayaan adalah jati diri bangsa yang tidak boleh hilang ditelan zaman. Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,22 miliar untuk mendukung suksesnya acara ini.
“Dukungan tersebut terdiri dari Rp300 juta untuk pelaksanaan kegiatan dan Rp920 juta untuk pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan dan jembatan di sekitar lokasi,” jelas Sujiwo.
Lebih lanjut, Sujiwo berencana mengembangkan kawasan Rumah Betang di Desa Lingga sebagai destinasi budaya unggulan dan cagar budaya tanpa menghilangkan nilai keasliannya. Ia juga memastikan bahwa Kubu Raya siap kembali menjadi tuan rumah pada tahun 2029 mendatang.
Ketua Panitia, Lorensius, menyampaikan apresiasi atas sinergi pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan kearifan lokal ini. Senada dengan itu, salah satu peserta asal Kecamatan Sebangki, Yeheskiel Chandra, mengungkapkan rasa syukurnya dapat berpartisipasi dalam ritual yang rutin digelar setiap tanggal 25 hingga 28 April ini.
Perayaan Naik Dango ke-41 diharapkan terus menjadi warisan budaya yang lestari, sekaligus menjadi daya tarik wisata yang memperkuat persatuan masyarakat di Kalimantan Barat.
Ringkasan Berita:
- Wakil Gubernur Kalbar Krisantus membuka perayaan Naik Dango ke-41 di Desa Lingga, Kubu Raya, Senin (27/4/2026).
- Kegiatan ini menjadi sarana persatuan masyarakat Dayak Kanayatn dari tiga kabupaten: Landak, Mempawah, dan Kubu Raya.
- Pemkab Kubu Raya memberikan dukungan anggaran senilai Rp1,22 miliar untuk operasional kegiatan dan perbaikan infrastruktur jalan.
- Bupati Sujiwo berkomitmen menata kawasan Rumah Betang sebagai cagar budaya dan destinasi wisata unggulan daerah.
- Ritual adat ini merupakan wujud syukur atas hasil panen kepada Jubata sekaligus doa bersama menyambut musim tanam baru.







