Presiden Prabowo Tinjau TPST Banyumas, Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Sumber Ekonomi

Presiden Prabowo meninjau TPST Banyumas yang mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi. Model ini dinilai efektif dan layak direplikasi nasional. Foto: BPMI Setpres

KalbarOke.com – Presiden Prabowo Subianto meninjau TPST BLE Banyumas di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa, 28 April 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu yang berkelanjutan sekaligus bernilai ekonomi.

Dalam peninjauan tersebut, Prabowo melihat langsung proses pengolahan sampah dari hulu hingga hilir, termasuk pemanfaatan teknologi untuk mengurangi volume sampah dan menghasilkan produk turunan. TPST BLE Banyumas dinilai sebagai contoh transformasi pengelolaan sampah modern berbasis ekonomi sirkular.

“Ini sangat efektif dan bisa menjadi contoh bagi banyak daerah, bahkan negara lain,” ujar Prabowo kepada awak media.

Baca :  Polisi Bongkar 29 Kasus Tambang Emas Ilegal di Kuansing, 54 Tersangka Ditahan

Presiden menilai sistem yang diterapkan di TPST tersebut tidak bergantung pada teknologi canggih, melainkan pada integrasi proses yang efisien dari tingkat rumah tangga hingga pengelolaan di tingkat kabupaten. “Sebagian besar menggunakan produk lokal dan terintegrasi dalam satu sistem. Ini yang membuatnya efektif,” katanya.

Fasilitas utama di TPST BLE Banyumas meliputi mesin pre shredder, tromol screen, pencacah organik, mesin pembersih sampah, serta konveyor yang mendukung proses pemilahan dan pengolahan secara efisien.

Selain mengurangi volume sampah, fasilitas ini juga menghasilkan berbagai produk bernilai tambah seperti genteng plastik, paving block plastik, maggot segar, kasgot atau pupuk organik, hingga bahan bakar alternatif refuse-derived fuel (RDF). Pengelolaan sampah berbasis teknologi ini juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Baca :  DPR Dorong Pasar Karbon Global, Indonesia Bidik Hutan Jadi Aset Investasi Hijau

Langkah tersebut sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun ekonomi hijau dan meningkatkan kemandirian daerah melalui pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Pemerintah menargetkan model serupa dapat direplikasi di berbagai daerah untuk mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai ekonomi. (*/)