Misi Menebar Tawa, Orkes Bahagia Sukses Hibur Ribuan Masyarakat di Panggung Naik Dango 2026

Grup Musik Orkes Bahagia sukses menghidupkan suasana panggung hiburan Naik Dango 2026 di Rumah Radakng dengan genre musik orkes yang merakyat. (FOTO: Ist.)

KalbarOke.Com — Ribuan masyarakat memadati panggung hiburan perhelatan Naik Dango yang dipusatkan di halaman Rumah Radakng, Pontianak, pada Kamis (23/4/2026) malam lalu. Penampilan Grup Musik Orkes Bahagia (OB) di malam itu sukses membuat para penonton yang hadir bergembira dan berjoget bersama di bawah panggung.

Di era modern saat ini, genre musik orkes memang sudah jarang dimainkan oleh generasi muda. Genre ini sempat berada di puncak kejayaan pada tahun 80 dan 90-an melalui grup legendaris seperti Pancaran Sinar Petromak dan Pengantar Minum Racun (PMR). Namun, Orkes Bahagia malam itu membuktikan bahwa musik ini masih memiliki daya pikat yang kuat.

Khas dengan genre merakyat, OB betul-betul mampu menghidupkan suasana panggung hiburan acara Naik Dango. Atmosfer semakin panas ketika lagu “Judul-judulan” dimainkan, di mana penonton secara natural diajak bernyanyi bersama melantunkan lirik-lirik yang sudah sangat melekat di kepala mereka.

Tidak hanya membawakan lagu orkes nasional, OB juga memberikan kejutan dengan membawakan lagu khas Dayak berjudul “Patamuan Dara Basule” dan “Sagalas” featuring Freasela. Kedua lagu tersebut dibalut dengan aransemen khas orkes yang segar, membuat ribuan masyarakat yang hadir tampak sangat terhibur.

Baca :  Pencuri Kotak Amal di Masjid Mujahidin Tertangkap Tangan, Polisi: Kami Proses Sesuai Hukum

Salah satu pentolan Orkes Bahagia, Hery Lolo, mengaku sangat senang melihat antusiasme masyarakat pada perhelatan Naik Dango tahun ini. Ia tidak menyangka bahwa jumlah penonton yang ikut berjoget dan bernyanyi bersama mencapai ribuan orang, yang membuktikan bahwa genre musik ini lintas generasi.

Hery menjelaskan bahwa berdirinya OB merupakan salah satu upaya agar musik orkes tidak hilang ditelan zaman. Baginya, keseruan malam itu menjadi bukti nyata bahwa musik orkes sangat mudah diterima oleh semua kalangan masyarakat jika dibawakan dengan penuh semangat dan keceriaan.

Visi dan misi dari Orkes Bahagia sendiri terbilang unik karena tidak semata-mata mengejar popularitas. Hery menekankan bahwa hal yang paling utama adalah seluruh personel bermain dengan perasaan bahagia, sehingga energi positif tersebut dapat menular langsung kepada para penonton yang menyaksikan mereka.

Mengenai pemilihan panggung, OB mengaku tidak pernah pilih-pilih lokasi untuk tampil. Mulai dari panggung besar dalam acara sakral seperti Naik Dango hingga bermain di pos kamling pun akan mereka jalani demi satu tujuan, yaitu membuat orang lain bahagia melalui musik yang mereka mainkan.

Baca :  Dukung Pembangunan Rumah Radakng Samilik, Edi Kamtono Targetkan Penuntasan Jalan Panca Bhakti

Ke depan, Orkes Bahagia juga tengah menggarap beberapa lagu baru dengan benang merah lirik-lirik ringan. Inspirasi karya mereka kebanyakan diambil dari persoalan sosial sehari-hari di masyarakat dengan harapan pendengar bisa merasa terhibur dan terwakili oleh lagu-lagu yang dihasilkan oleh OB.


Ringkasan Berita:

  • Grup Musik Orkes Bahagia (OB) sukses menghibur ribuan penonton di perhelatan Naik Dango, Rumah Radakng, pada Kamis (23/4/2026) malam.
  • Penampilan OB membawa nostalgia genre musik orkes tahun 80-an dengan aransemen yang merakyat dan interaktif bagi pengunjung.
  • Selain lagu orkes populer, OB membawakan lagu khas Dayak seperti “Patamuan Dara Basule” dengan sentuhan musik orkes yang unik.
  • Hery Lolo selaku pentolan grup menyebut misi utama OB adalah menularkan kebahagiaan melalui musik tanpa memandang besar atau kecilnya panggung.
  • Saat ini Orkes Bahagia sedang menyiapkan lagu-lagu baru yang mengangkat tema persoalan sosial masyarakat dengan lirik yang ringan dan menghibur.