Sujiwo Bentuk Tim Misi Kemanusiaan Bedah Rumah Kumuh di Bantaran Sungai Kapuas

Bupati Kubu Raya Sujiwo membentuk kepanitiaan misi kemanusiaan untuk membedah rumah tidak layak huni di bantaran Sungai Kapuas tanpa menggunakan APBD maupun APBN. Foto: dok Prokopim Kubu Raya

KalbarOke.com – Bupati Kubu Raya Sujiwo resmi membentuk kepanitiaan kolaborasi misi kemanusiaan untuk membedah rumah-rumah tidak layak huni di bantaran Sungai Kapuas, Kalimantan Barat. Program tersebut dijalankan tanpa menggunakan anggaran pemerintah, baik APBD maupun APBN.

Sujiwo mengatakan kepanitiaan dibentuk untuk menghimpun partisipasi masyarakat dan para dermawan dalam membantu warga yang tinggal di rumah-rumah dengan kondisi memprihatinkan. “Ya, kita berkolaborasi untuk melakukan misi kemanusiaan. Alhamdulillah sudah terbentuk,” kata Sujiwo usai memimpin rapat kolaborasi bedah rumah di Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu, 13 Mei 2026 lalu.

Menurut dia, banyak pihak sebenarnya telah siap membantu. Namun pemerintah daerah belum dapat menerima ataupun menyalurkan bantuan sebelum struktur kepanitiaan resmi dibentuk. “Nanti masuk ke rekening panitia untuk pembangunan rumah-rumah yang sangat tidak layak huni, rumah-rumah yang sangat tidak manusiawi,” ujarnya.

Sujiwo menyebut kondisi sejumlah rumah warga di bantaran Sungai Kapuas sangat memprihatinkan dan tidak layak dihuni. Persoalan itu menjadi rumit karena rumah-rumah tersebut berdiri di sempadan sungai atau jalur hijau milik negara, sementara sebagian warga tidak memiliki alas hak kepemilikan tanah.

Baca :  Sujiwo Ajak Dermawan Gotong Royong Bedah Rumah Warga Kurang Mampu

Akibatnya, pemerintah tidak dapat menggunakan dana APBD maupun APBN untuk melakukan rehabilitasi. “Kenapa saya katakan tidak manusiawi? Karena memang rumah-rumah yang sudah kita survei itu tidak layak ditempati manusia,” kata Sujiwo.

Ia menilai kawasan bantaran Sungai Kapuas menjadi salah satu kantong kemiskinan di Kabupaten Kubu Raya yang membutuhkan perhatian serius. Sebagai kepala daerah, Sujiwo mengaku merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mencari jalan keluar bagi warga setempat.

“Inilah yang menjadi tanggung jawab saya sebagai kepala daerah untuk mencari solusi supaya persoalan ini dapat kita tangani,” ujarnya.

Sujiwo menegaskan kepanitiaan yang dibentuk sepenuhnya berasal dari unsur swasta dan tidak melibatkan aparatur sipil negara (ASN). Dana yang digunakan juga berasal dari sumbangan sukarela para dermawan, bukan dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan. “Ini sumbangsih karena kebaikan hati mereka dan keterpanggilan jiwa,” katanya.

Baca :  Pemkot Singkawang Genjot Pengukuran Balita untuk Tekan Stunting, Target Nasional Belum Tercapai

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kubu Raya, Ustadz Hasan, ditunjuk sebagai ketua panitia misi kemanusiaan tersebut. Kepanitiaan selanjutnya akan dilengkapi dengan unsur masyarakat dan relawan.

Sujiwo memastikan program akan difokuskan pada rumah-rumah dengan kondisi paling parah dan tidak layak huni. Ia berharap program itu dapat berjalan bertahap selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Sukiryanto. “Perlahan tapi pasti rumah-rumah yang sangat tidak layak huni akan kami selesaikan di masa kepemimpinan saya dan Pak Sukiryanto,” ujarnya.

Di sisi lain, Sujiwo mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah membedah sebanyak 20.351 rumah tidak layak huni melalui berbagai program pemerintah pusat dan daerah, termasuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Pada 2026, sebanyak 1.460 rumah tambahan kembali akan direhabilitasi melalui dukungan program aspirasi anggota legislatif. “Terima kasih kepada para wakil rakyat yang telah memperjuangkan program bedah rumah bagi masyarakat Kubu Raya,” kata Sujiwo. (*/)