Sujiwo Serahkan Insentif 1.946 Guru Ngaji dan Petugas Fardu Kifayah di Hari Jadi Kubu Raya

Bupati Kubu Raya Sujiwo menyerahkan insentif triwulan kedua kepada pekerja sosial dan keagamaan, termasuk 1.946 guru ngaji serta petugas fardu kifayah. BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan manfaat Rp1,4 miliar kepada 39 penerima. Foto: dok Prokopim Kubu Raya

KalbarOke.com – Di tengah keterbatasan keuangan daerah, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tetap mengalokasikan anggaran untuk memberikan apresiasi kepada para pekerja sosial dan keagamaan yang selama ini berperan langsung di tengah masyarakat. Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Kubu Raya menjadi saksi penyerahan insentif tersebut.

Bupati Kubu Raya Sujiwo menyerahkan secara simbolis insentif triwulan kedua kepada pekerja sosial, tokoh keagamaan, dan petugas pemulasaran jenazah di ruang kerjanya, Jumat (17/7/2026). Di antara penerima bantuan tersebut terdapat 1.946 guru ngaji dan petugas fardu kifayah yang selama ini membantu pelayanan sosial dan keagamaan di berbagai wilayah Kubu Raya.

Penyerahan insentif itu juga dirangkaikan dengan penyerahan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp1,4 miliar kepada 39 penerima manfaat. Sujiwo mengakui nilai insentif yang diberikan belum sepenuhnya memenuhi harapan para penerima. Namun menurutnya, kondisi fiskal daerah saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah kabupaten.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen mempertahankan program tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap pengabdian masyarakat yang selama ini bekerja di bidang sosial dan keagamaan.

Baca :  Bupati Sujiwo Tegaskan Tindak Lanjut Temuan BPK APBD 2025, Pengembalian Dana PUPR Sudah Capai 70 Persen

“Ini memang belum terlalu besar karena kondisi keuangan kita saat ini seperti ini. Alhamdulillah masih bisa kita alokasikan. Ini merupakan penyaluran triwulan kedua dan semoga semuanya tetap semangat dalam mengabdi kepada masyarakat,” kata Sujiwo.

Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo secara khusus menyoroti data penerima insentif guru ngaji. Ia meminta jajaran pemerintah daerah melakukan verifikasi dan validasi ulang agar bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang masih aktif mengajar.

Menurutnya, masih terdapat guru ngaji yang aktif mengajar namun belum masuk dalam basis data pemerintah. Sebaliknya, ada pula penerima yang saat ini sudah tidak lagi menjalankan aktivitas mengajar karena tidak memiliki murid.

Karena itu, ia meminta Sekretaris Daerah beserta perangkat terkait segera melakukan pembaruan data agar program bantuan lebih tepat sasaran. “Hari ini bertepatan dengan hari ulang tahun Kubu Raya dan juga Jumat berkah. Saya minta dilakukan validasi agar apresiasi dari pemerintah daerah ini benar-benar diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya,” ujarnya.

Selain menyerahkan bantuan, Sujiwo juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan permohonan doa kepada masyarakat. Ia berharap dirinya bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan seluruh aparatur sipil negara (ASN) diberikan kesehatan serta ketabahan dalam menjalankan amanah pemerintahan.

Baca :  Geruduk Kantor PLN, Solmadapar Tagih Kompensasi Ganti Rugi Mati Lampu di Kalbar

Menurutnya, kesehatan dan kesabaran merupakan modal utama bagi aparatur pemerintah untuk tetap mampu melayani masyarakat secara maksimal. “Mohon doanya untuk saya, Pak Wakil Bupati, Pak Sekda, dan seluruh jajaran ASN agar diberikan kesehatan, kesabaran, dan kekuatan untuk terus mengabdi serta memimpin Kubu Raya dengan baik,” tuturnya.

Di akhir kegiatan, Sujiwo juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila pelayanan dan kinerja pemerintah daerah masih belum sepenuhnya memenuhi harapan. Ia berharap para penerima insentif tetap menjaga semangat pengabdian dan terus berkontribusi bagi pembangunan sosial serta kehidupan keagamaan di Kabupaten Kubu Raya.

Penyaluran insentif kepada pekerja sosial dan keagamaan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kelompok yang selama ini bekerja di balik layar, namun memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan sosial, keagamaan, dan solidaritas masyarakat Kubu Raya. (*/)