KalbarOke.Com — Sebanyak 100 ton jagung hasil Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 resmi diekspor ke Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Minggu (17/5/2026). Langkah strategis ini menjadi pembuktian potensi besar wilayah perbatasan sebagai pintu gerbang perdagangan internasional.
Kegiatan pelepasan komoditas pertanian ini dilaksanakan secara virtual bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rangkaian agenda nasional Panen Raya Jagung Serentak. Momentum ini dinilai krusial dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendongkrak nilai jual produk lokal di pasar global.
Hadir memimpin jalannya pelepasan di perbatasan darat, Karo SDM Polda Kalbar Kombes Pol Bayu Dewantoro bersama Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab dan sejumlah otoritas instansi terkait di PLBN.
Dalam laporan video conference di tingkat pusat, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa gerakan panen raya kuartal II ini mencakup area lahan seluas 189.760 hektare secara nasional dengan proyeksi produksi mencapai 1,23 juta ton. Kabupaten Bengkayang mendapat peran penting sebagai salah satu lokomotif ekspornya.
“Sebanyak 100 ton jagung hasil panen tersebut akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat,” papar Kapolri dalam laporannya di hadapan Presiden Prabowo.
Pasca-koordinasi virtual selesai, iring-iringan 10 truk berkapasitas besar yang bermuatan jagung kering siap pakai dilepas secara resmi. Kendaraan logistik tersebut bergerak melintasi gerbang PLBN Jagoi Babang langsung menuju titik nol perbatasan Indonesia-Malaysia.
Kapolres Bengkayang, AKBP Syahirul Awab, menegaskan bahwa kesuksesan ekspor perdana hasil panen raya serentak ini merupakan hasil nyata dari kolaborasi solid antara jajaran Polri, kementerian terkait, kelompok tani, dan pelaku usaha lokal.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi Polri bersama pemerintah, petani, dan stakeholder terkait dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” jelas Syahirul Awab kepada awak media.
Syahirul optimistis, aktivitas perdagangan lintas batas yang berkelanjutan ini akan membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru bagi warga perbatasan. Masuknya komoditas jagung Bengkayang ke pasar Malaysia membuktikan kualitas produk tani Kalimantan Barat mampu bersaing secara internasional.
Melalui operasional ekspor di PLBN Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang kini tidak hanya memosisikan diri sebagai daerah produsen, melainkan juga wilayah penyangga strategis bagi kedaulatan pangan sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru di beranda depan negara.
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 100 ton jagung produksi Kabupaten Bengkayang resmi diekspor ke Malaysia melalui PLBN Jagoi Babang pada Minggu (17/5/2026).
- Prosesi ekspor dilepas secara simbolis menggunakan 10 truk logistik dan disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto via vicon.
- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan total lahan panen serentak kuartal II mencapai 189.760 hektare di seluruh Indonesia.
- Pelepasan di lapangan dikawal oleh Karo SDM Polda Kalbar Kombes Pol Bayu Dewantoro dan Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab.
- Ekspor ini diharapkan memperkuat kesejahteraan petani perbatasan serta menegaskan peran Bengkayang sebagai beranda ekonomi internasional.







