Dihadiri Ribuan Warga, Gawai Naik Dango ke-30 Samalantan Jadi Benteng Budaya dan Pemersatu

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis resmi membuka perayaan adat Naik Dango Narah Padi XXX di Samalantan yang dihadiri ribuan masyarakat dengan pengawalan ketat kepolisian. (Foto: Ist)

KalbarOke.Com — Perayaan adat dan budaya Naik Dango Narah Padi XXX di Kecamatan Samalantan, Kabupaten Bengkayang, berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan budaya tahunan masyarakat Dayak Kanayatn tersebut secara resmi dibuka langsung oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, dengan pemukulan goong sebanyak tujuh kali, Minggu (17/5/2026).

Acara pembukaan ini disaksikan oleh ribuan masyarakat dari Kecamatan Samalantan dan sekitarnya yang sejak pagi telah memadati lokasi kegiatan. Antusiasme warga yang tinggi mempertegas posisi Naik Dango sebagai salah satu agenda budaya terbesar dan paling dinanti di Kabupaten Bengkayang.

Ketua Panitia Naik Dango Samalantan ke-30 Tahun 2026, Domynicus Hanny Kristiawan, mengatakan bahwa kegiatan Naik Dango bukan sekadar seremoni ucapan syukur atas hasil panen padi, melainkan bagian penting dalam menjaga serta melestarikan eksistensi adat warisan leluhur di Kalimantan Barat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Samalantan dan sekitarnya untuk bersama-sama mencintai adat dan budaya yang ada di Kalimantan Barat. Mari kita menyaksikan event budaya yang ke-30 ini dengan penuh sukacita,” ujarnya.

Baca :  Polisi Bengkayang Selidiki Dugaan Pencurian Anjing Terekam CCTV

Hanny menjelaskan, pelaksanaan gawai tahun ini mengangkat tema “Melalui Naik Dango Narah Padi, mari kita jadikan adat dan budaya sebagai benteng pertahanan dan alat pemersatu suku bangsa.” Melalui tema ini, nilai-nilai kebudayaan diharapkan mampu menyatukan elemen masyarakat di tengah tantangan zaman.

“Puji syukur acara pembukaan semalam berjalan lancar tanpa kendala. Kami juga bekerja sama dengan pihak keamanan sehingga situasi tetap aman dan kondusif. Saya berharap acara dari awal sampai akhir nanti berjalan lancar,” imbuh Hanny.

Meskipun cuaca di wilayah Samalantan sempat kurang bersahabat menjelang acara, hal tersebut tidak menyurutkan semangat masyarakat. Jalannya pembukaan tetap berlangsung khidmat dan tertib berkat kesiapsiagaan aparat keamanan dari kepolisian setempat.

Kanit Binmas Polsek Samalantan, Aiptu Parmin, mengungkapkan bahwa pihaknya menerjunkan belasan personel untuk menjamin keamanan selama perayaan berlangsung. Skema pengamanan dirancang ketat mengikuti jadwal acara yang telah disusun panitia.

“Kami dari Polsek Samalantan ada 18 personel termasuk bapak Kapolsek. Kami plotting kegiatan sesuai dengan rundown kepanitiaan agar masyarakat Kecamatan Samalantan bersama-sama menciptakan perayaan Naik Dango ini dengan aman dan kondusif,” jelas Aiptu Parmin.

Baca :  Sengketa Lahan Bandara Singkawang, Tim Hukum Bupati Bengkayang Gugat 9 Sertifikat di PTUN

Pihak Polsek Samalantan mengimbau seluruh pengunjung untuk menjaga ketertiban umum dan berharap seluruh rangkaian perlombaan rakyat serta pentas seni dalam perayaan Naik Dango ke-XXX ini dapat berlangsung aman terkendali hingga hari penutupan nanti.


Ringkasan Berita:

  • Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis membuka secara resmi ritual adat Naik Dango Narah Padi XXX di Samalantan pada Minggu (17/5/2026).
  • Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan goong sebanyak tujuh kali dan disaksikan oleh ribuan warga yang memadati lokasi.
  • Ketua Panitia Domynicus Hanny Kristiawan menegaskan gawai ke-30 ini mengusung misi menjadikan kebudayaan sebagai alat pemersatu bangsa.
  • Sebanyak 18 personel Polsek Samalantan dikerahkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di titik-titik keramaian acara.
  • Rangkaian acara adat berjalan aman dan lancar hingga malam hari meski kondisi cuaca sempat diguyur hujan.