Kalbar Catat Sejarah, Pemotongan 1.000 Kambing Dam Haji Tamattu Jadi Terbesar di Indonesia

Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kalbar memantau pemotongan 1.000 kambing dam haji Tamattu di Kubu Raya. Kegiatan ini disebut menjadi pemotongan dam terbesar di Indonesia. Foto: dok Kemenhaj Kalbar

KalbarOke.com – Kalimantan Barat mencatat sejarah baru dalam pelaksanaan dam haji Tamattu setelah pemotongan 1.000 ekor kambing dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) Desa Mega Timur, Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan yang diinisiasi Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah atau FK KBIHU Kalbar itu disebut menjadi pemotongan dam terbesar di Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Barat, Kamaludin, memantau langsung pelaksanaan penyembelihan tersebut bersama jajaran terkait. Turut mendampingi dalam kegiatan itu Kepala Bagian Tata Usaha M. Yusuf dan Kepala Bidang Bina Haji dan Umrah M. Ma’sum Ahmadi.

Dalam pemantauan tersebut, Kamaludin menekankan pentingnya menjaga ketentuan syariat dan standar higienitas selama proses penyembelihan berlangsung. “Pastikan semua sesuai syariat, hewan sehat, dan pendistribusian daging segar berjalan cepat agar segera dirasakan manfaatnya oleh warga yang berhak,” kata Kamaludin.

Baca :  AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 Resmi Dibuka di Pontianak, Tampilkan Tari Kolosal Nusantara

Dam merupakan kewajiban bagi jemaah yang melaksanakan haji Tamattu, yakni mendahulukan umrah sebelum pelaksanaan ibadah haji. Selain menjadi penyempurna ibadah, dam juga memiliki dimensi sosial karena daging hasil sembelihan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto sebelumnya turut hadir dan mengapresiasi pelaksanaan pemotongan dam yang dilakukan di daerah tersebut. Menurut dia, pelaksanaan dam di dalam negeri memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar.

Baca :  Hadir di Kampus Untan, Wamenhut Rohmat Marzuki Ajak Sylva Indonesia Kawal Perhutanan Sosial

“Pemerintah daerah mendukung penuh. Melalui pemotongan di Tanah Air, dam jemaah tidak mubazir dan membawa berkah gizi bagi masyarakat lokal,” ujar Sukiryanto.

Sebanyak 24 juru sembelih halal dilibatkan dalam kegiatan tersebut untuk memastikan proses penyembelihan berjalan sesuai ketentuan. Selain itu, dokter hewan dari Kalimantan Barat juga diterjunkan guna memeriksa kesehatan hewan dan memastikan kualitas daging aman sebelum didistribusikan ke berbagai wilayah.

Panitia menargetkan distribusi daging dam dapat dilakukan secara cepat agar manfaatnya segera diterima masyarakat penerima. (*/)