Sokong Gema Membangun Desa di Sambas, Bank Kalbar Kebut Literasi Keuangan Non-Tunai di Temajuk

PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) menyalurkan bantuan CSR dan mempercepat digitalisasi keuangan non-tunai di Desa Wisata Temajuk, Sambas. (Foto: Ist.)

KalbarOke.Com — PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat pilar kemandirian ekonomi di wilayah beranda depan negara. Langkah ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam menyukseskan rangkaian kegiatan “Gema Membangun Desa” (GMD) yang dipusatkan di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, pada tanggal 13 hingga 14 Mei 2026.

Dalam agenda besar yang diusung oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Barat ini, Bank Kalbar hadir mendampingi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat beserta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kalbar. Turut hadir pula Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar, Hj. Erlina Ria Norsan, serta Wakil Bupati Sambas, H. Heroaldi Djuhardi Alwi, untuk memberikan dukungan penuh bagi akselerasi pembangunan infrastruktur ekonomi di Desa Temajuk.

Desa Temajuk sengaja dipilih sebagai desa sasaran prioritas karena potensinya yang luar biasa. Berdasarkan basis data Provinsi Kalimantan Barat tahun 2025, Temajuk telah menyandang status sebagai Desa MANDIRI dengan torehan skor Indeks Desa yang sangat tinggi, yaitu sebesar 85,83. Rangkaian program dalam kegiatan ini difokuskan penuh untuk mengoptimalkan keunggulan lokal seperti sektor wisata bahari, penguatan pelaku UMKM, manajemen penginapan (homestay), serta diversifikasi kuliner pesisir guna mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes) serta kesejahteraan warga lokal.

Baca :  Gubernur Ria Norsan: Pekan Gawai Dayak Bukan Hanya Milik Masyarakat Dayak

Sebagai bentuk kepedulian sosial yang melekat pada visi korporasi, Bank Kalbar menyalurkan paket bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) kepada tiga pengurus rumah ibadah setempat, yakni Masjid Wahdatul Ummah, Masjid Jamik, dan Masjid Ni’matullah.

Tidak hanya menyentuh aspek karitatif, Bank Kalbar secara masif mendorong akselerasi ekosistem layanan keuangan non-tunai digital serta menggelar edukasi sosialisasi literasi keuangan bagi warga perbatasan. Langkah taktis ini diharapkan mampu menjadi solusi cerdas dalam menjawab tantangan geografis berupa indeks aksesibilitas desa yang saat ini masih tercatat rendah di angka 43. Intervensi teknologi perbankan ini sekaligus ditujukan untuk memperkuat dimensi layanan dasar, sosial, lingkungan, dan tata kelola pemerintahan desa yang dinilai sudah berjalan dengan sangat baik.

“Bank Kalbar hadir tidak hanya memosisikan diri sebagai lembaga keuangan daerah semata, melainkan sebagai mitra strategis utama pemerintah dalam membangun kemakmuran desa di kawasan perbatasan negara. Kami berharap stimulan dukungan keuangan digital dan sosial ini dapat mempercepat terwujudnya ekosistem Desa Temajuk yang semakin mandiri, berdaya saing tinggi, dan sejahtera secara merata,” ujar Direktur Utama Bank Kalbar secara optimis.

Baca :  Gagas Gerakan Rp5.000 Per Bulan, Krisantus Targetkan Dana Swadaya Dayak Rp60 Miliar Setahun

Lewat penetrasi layanan digitalisasi ini, Bank Kalbar berharap tantangan konektivitas transaksi keuangan di Paloh dapat segera teratasi. Dengan demikian, para wisatawan mancanegara maupun domestik yang berkunjung menikmati Pantai Temajuk dapat bertransaksi dengan mudah, aman, dan nyaman, yang pada akhirnya berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat bawah.


Ringkasan Berita:

  • Bank Kalbar bersinergi dengan Pemprov Kalbar dan Pemkab Sambas menggelar aksi “Gema Membangun Desa” di Desa Temajuk, Paloh, pada 13–14 Mei 2026.
  • Desa Temajuk merupakan salah satu Desa Mandiri unggulan di Kalbar dengan skor Indeks Desa mencapai 85,83 pada penilaian tahun 2025.
  • Bank Kalbar meluncurkan program percepatan inklusi dan literasi keuangan non-tunai guna mengatasi kendala rendahnya indeks aksesibilitas finansial di perbatasan yang berada di angka 43.
  • Penyerahan bantuan dana CSR disalurkan secara simbolis untuk mendukung operasional tiga masjid, yakni Masjid Wahdatul Ummah, Masjid Jamik, dan Masjid Ni’matullah.
  • Program difokuskan pada digitalisasi transaksi sektor ekowisata perbatasan, seperti pembayaran homestay, kuliner, dan produk kerajinan UMKM setempat.