Kalah Telak! Pasangan Jerman Calvin-Desiree Akui Tertekan oleh Permainan dan Atmosfer Penonton

Pasangan Jerman Calvin Devereux/Desiree Toepffer kalah telak di babak 32 besar Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Foto: Deli Borneo

KalbarOke.com — Gemuruh penonton menjadi bagian dari kemenangan telak Bagas Maulana/Indah Cahaya Sari Jamil atas pasangan Jerman Calvin Devereux/Desiree Toepffer pada babak 32 besar Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.

Bagas/Indah tampil dominan sejak awal pertandingan. Mereka menutup laga hanya dalam dua gim dengan skor mencolok 21-1, 21-7. Bagi pasangan Jerman, pertandingan tersebut bukan sekadar persoalan menghadapi permainan cepat dan agresif wakil Indonesia.

Calvin Devereux mengakui mereka juga kesulitan menjaga fokus secara mental, terutama ketika tertinggal jauh pada gim pertama. “Kami tidak benar-benar masuk ke pertandingan. Gim pertama benar-benar hilang bagi kami,” kata Calvin seusai pertandingan.

Menurut dia, kondisi permainan membuat mereka harus melakukan penyesuaian taktik. Namun, perubahan tersebut justru menambah tekanan mental yang mereka rasakan. “Kami mencoba bertahan dengan rencana permainan, tetapi kami mengalami masalah dengan drift dan tidak bisa memainkan gaya yang kami inginkan,” ujar Calvin.

Situasi itu kemudian memengaruhi konsentrasi pasangan Jerman tersebut. Kesalahan demi kesalahan membuat mereka semakin sulit keluar dari tekanan. Calvin menyebut kondisi tersebut seperti sebuah lingkaran yang terus memburuk. Ketika kehilangan fokus, mereka mulai frustrasi. Frustrasi itu kemudian kembali membuat permainan mereka semakin tidak terkendali.

Baca :  Chemistry dari Kamar Asrama Berlanjut ke Lapangan, Pasangan Baru Wahyu/Pulung Tembus 16 Besar

Pada gim pertama, ketertinggalan yang terlalu jauh membuat Calvin dan Desiree praktis kesulitan memberikan perlawanan. Mereka akhirnya hanya mampu mencetak satu angka sebelum Bagas/Indah menutup gim dengan skor 21-1.

Memasuki gim kedua, pasangan Jerman berusaha bangkit. Mereka tampil lebih fokus dan mengurangi kesalahan sendiri. Pola serangan mereka juga dibuat lebih bervariasi. “Kami memiliki lebih banyak fokus. Kami mencoba dan membuat jauh lebih sedikit kesalahan. Itu menjadi bagian yang menguntungkan,” kata Calvin.

Namun, perbaikan tersebut belum cukup untuk membendung permainan Bagas/Indah. Wakil Indonesia tetap mampu mengendalikan pertandingan hingga akhirnya kembali menang 21-7. Di balik kekalahan telak tersebut, Calvin justru menyimpan kesan positif terhadap atmosfer pertandingan di Pontianak.

Ia menyebut dukungan penonton Indonesia sebagai pengalaman yang sangat berbeda dibandingkan turnamen yang biasa mereka ikuti di Eropa. “Penontonnya luar biasa,” ujar Calvin.

Baca :  Dejan/Apriyani Susah Payah Singkirkan Verrell/Bernadine, Adu Strategi Berujung Drama di Babak 16 Besar

Menurut dia, antusiasme penonton membuat pertandingan terasa lebih hidup. Ia bahkan mengatakan pasangan Jerman itu menikmati kesempatan bermain di tengah dukungan penonton Indonesia. “Sangat menyenangkan bermain di sini. Kami pasti ingin kembali,” katanya.

Calvin membandingkan atmosfer tersebut dengan turnamen di Eropa yang, menurut dia, tidak memiliki intensitas dukungan penonton seperti di Indonesia. “Di Eropa kami tidak mendapatkannya. Indonesia memiliki budaya bulu tangkis yang berbeda. Di sini jauh lebih intens dan orang-orang benar-benar hidup dengan bulu tangkis,” ujarnya.

Meski harus tersingkir setelah kalah telak, pengalaman menghadapi Bagas/Indah dan bermain di hadapan publik Pontianak justru menjadi pengalaman berharga bagi pasangan Jerman. Bagi Bagas/Indah, kemenangan dua gim langsung tersebut menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. (deL)