Tiket Polytron Pontianak Indonesia Masters Super 100 Ludes Sejak Jumat, Demam Bulu Tangkis Makin Terasa

Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak Indonesia Masters Super 100, Yuni Kartika. Foto: Deli Borneo

KalbarOke.com — Demam bulu tangkis di Pontianak tampaknya belum mereda. Setelah sukses menggelar Polytron Pontianak International Challenge 2026, kota ini kembali bersiap menyambut turnamen dengan level lebih tinggi, Polytron Pontianak Indonesia Masters Super 100.

Turnamen yang menjadi bagian dari rangkaian BWF World Tour Super 100 tersebut berlangsung pada 1–6 September 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak. Namun, bukan hanya para pemain yang menjadi sorotan. Pergerakan tiket justru memperlihatkan tingginya minat warga. Tiket pertandingan yang semula diperkirakan baru habis menjelang akhir pekan, ternyata sudah sold out sejak Jumat.

Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak Indonesia Masters Super 100, Yuni Kartika, menyebut perkembangan tersebut sebagai sinyal positif bagi penyelenggaraan bulu tangkis internasional di Pontianak.

“Kita sangat bergembira dengan Kota Pontianak karena suksesnya semua penyelenggaraan, prestasi sukses, kemudian antusias masyarakat luar biasa. BWF sendiri mengapresiasi bagaimana kejuaraan ini berjalan di Pontianak,” ujar Yuni.

Menurut Yuni, antusiasme penonton terlihat meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Jika pada turnamen International Challenge tiket biasanya baru habis untuk pertandingan akhir pekan, kini penjualan tiket sudah mencapai batas kapasitas sejak Jumat.

“Kalau tadinya tiket sold out hanya Sabtu-Minggu, sekarang dari Jumat pun sudah sold out. Kita melihat sangat menggembirakan,” katanya.

Tingginya permintaan tiket membuat panitia menghadapi persoalan baru: jumlah kursi di dalam GOR tidak sebanding dengan minat masyarakat. Yuni mengatakan panitia belum dapat langsung menambah tiket karena kapasitas tempat duduk di GOR Terpadu Ahmad Yani terbatas.

Baca :  Menanti Kejelasan Kebun Plasma di Benteng Palma Adi Nusa

“Penambahan tiket itu sulit dilakukan karena memang ada keterbatasan kursi. Tapi kita akan mencoba nanti melihat bagaimana perjalanan di hari-hari ke depan,” ujarnya.

Panitia juga akan mengevaluasi mekanisme penjualan tiket. Salah satu opsi yang disiapkan adalah membuka ticket box lebih awal. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah penumpukan antrean ketika tiket sudah habis.

“Kita akan membuka ticket box lebih awal lagi supaya antreannya kalau seumpamanya habis, ya sudah berhenti. Tidak seperti kemarin, sudah habis tapi masih benar-benar mereka mengantre untuk bisa masuk,” kata Yuni.

Fenomena tersebut menunjukkan ada perubahan pola ketertarikan masyarakat. Turnamen bulu tangkis internasional yang sebelumnya mungkin hanya menjadi tontonan bagi penggemar olahraga, kini mulai menarik perhatian penonton yang lebih luas.

Di tengah kabut asap yang masih menyelimuti Pontianak, penyelenggara memastikan perjalanan para pemain menuju kota tersebut sejauh ini berjalan lancar. Tidak ada atlet yang dilaporkan mengalami keterlambatan penerbangan.

Para peserta Polytron Pontianak Indonesia Masters Super 100 telah tiba sesuai jadwal. “Sejauh ini tidak ada yang ter-delay pesawatnya. Semua datang sesuai perkiraan,” ujar Yuni.

Sejumlah pemain yang sebelumnya mengikuti Polytron Pontianak International Challenge 2026 bahkan memilih tetap berada di Pontianak. Mereka tidak pulang lebih dulu, melainkan memanfaatkan waktu untuk berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi turnamen Super 100.

Baca :  Indonesia Masters Super 100 di Pontianak Jadi ‘Kelas Terbuka’ bagi Atlet Kalbar

“Mereka memang stay, mereka tidak ke mana-mana, latihan terus untuk besok siap-siap main,” kata Yuni. Keputusan para pemain tersebut sekaligus menunjukkan ketatnya jadwal kompetisi. Setelah bertanding di International Challenge, mereka langsung menghadapi turnamen dengan level lebih tinggi di kota yang sama.

Antusiasme masyarakat ternyata tidak berhenti pada mereka yang berhasil mendapatkan tiket. Pada penyelenggaraan sebelumnya, sejumlah warga yang tidak memperoleh tiket tetap mendatangi GOR Terpadu Ahmad Yani. Mereka kemudian menyaksikan suasana pertandingan dari luar gedung.

Fenomena tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi panitia untuk penyelenggaraan Indonesia Masters Super 100. “Kemarin banyak masyarakat yang pada akhirnya tidak masuk pun berada di luar lapangan GOR Terpadu. Nanti kami pikirkan untuk hal ini,” ujar Yuni.

Panitia kini mempertimbangkan alternatif agar masyarakat yang tidak kebagian tiket tetap dapat merasakan atmosfer turnamen tanpa menimbulkan kerumunan yang mengganggu akses masuk maupun operasional GOR.

Polytron Pontianak Indonesia Masters Super 100 menjadi ujian sekaligus peluang bagi Pontianak. Dalam rentang waktu berdekatan, kota ini dipercaya menggelar dua turnamen internasional.

Jika International Challenge menjadi pemantik, maka Super 100 menjadi panggung untuk mengukur seberapa besar Pontianak mampu mempertahankan antusiasme publik sekaligus memenuhi standar penyelenggaraan kompetisi bulu tangkis internasional.

Satu hal sudah terlihat sebelum pertandingan dimulai: kursi penonton di GOR Terpadu Ahmad Yani menjadi barang yang semakin sulit didapat. (deL)