KalbarOke.com — Anthony Sinisuka Ginting datang ke Pontianak dengan persiapan yang disebutnya berjalan mulus. Namun, ada satu hal lain yang menarik perhatian pebulutangkis tunggal putra Indonesia itu: atmosfer penonton.
Ginting dijadwalkan tampil pada Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100 di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, 1–6 September 2026. Bersamanya, sejumlah pemain papan atas Indonesia juga akan memburu gelar pada turnamen bagian dari rangkaian BWF World Tour Super 100 tersebut.
Sehari menjelang pertandingan, Ginting memastikan tidak ada persoalan berarti dalam kondisi fisiknya. Kesehatan dan cedera tidak menjadi penghambat persiapannya. “Persiapan sampai hari ini berjalan dengan baik, dari segi kesehatan, cedera dan segala macam tidak ada hambatan dan halangan,” ujar Ginting saat konferensi pers di Hotel Aston Pontianak, Senin, 31 Agustus 2026.
Ginting juga telah menjalani adaptasi lapangan. Ia memilih tidak melakukan perubahan besar dalam persiapannya dan lebih banyak berdiskusi dengan tim pelatih untuk menentukan strategi menghadapi pertandingan. “Yang fokusnya itu nanti di lapangannya juga seperti apa, lihat nanti lapangannya bagaimana, sama pelatih juga semua, diskusi terus,” katanya.
Bagi Ginting, tantangan utama kini adalah menjaga fokus ketika pertandingan benar-benar dimulai. Ia berharap mampu mempertahankan performa sejak laga pertama hingga babak-babak berikutnya. “Semoga di hari pertama sampai hari-hari berikutnya bisa memberikan performa yang baik,” ujarnya.
Jika kondisi fisik menjadi modal pertama, dukungan penonton menjadi modal lain yang mulai dirasakan para pemain Indonesia. Ginting mengaku terkesan dengan atmosfer yang tercipta saat turnamen bulu tangkis digelar di Pontianak. Ia melihat antusiasme masyarakat cukup tinggi. “Atmosfernya sangat bagus. Antusiasmenya juga luar biasa,” kata dia.
Hal serupa disampaikan Muhammad Rian Ardianto. Pemain ganda putra Indonesia itu bahkan telah merasakan langsung dukungan penonton saat berlaga pada turnamen sebelumnya di Pontianak. Menurut Rian, jumlah penonton yang memenuhi arena sejak babak-babak awal memberikan energi tambahan kepada pemain Indonesia.
“Antusiasme warga Pontianak ini sangat luar biasa. Dari hari pertama sampai kemarin saya main di semifinal, penontonnya banyak sekali,” ujar Rian.
Ia mengatakan dukungan terhadap pemain Indonesia membuat suasana pertandingan semakin hidup. “Banyak juga yang mendukung pemain Indonesia, yang bikin energi pemain lebih semangat dan lebih termotivasi,” katanya.
Kehadiran Ginting dan Rian menambah daya tarik Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100. Turnamen ini menjadi lanjutan setelah Pontianak sebelumnya sukses menggelar Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Kini level kompetisi meningkat. Status sebagai bagian dari BWF World Tour Super 100 membuat pertandingan di GOR Terpadu Ahmad Yani tidak hanya menawarkan perebutan trofi, tetapi juga poin ranking dunia.
Ginting, yang pernah meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 dan sempat menduduki peringkat kedua dunia pada 2023, menjadi salah satu nama yang paling dinanti penonton. Namun, pengalaman dan reputasi tidak otomatis membuat langkahnya mudah. Ginting harus melewati persaingan para pemain dari berbagai negara yang datang dengan target serupa.
Ia pun memilih tidak terlalu jauh memikirkan hasil akhir. Fokusnya sederhana: memulai turnamen dengan performa terbaik dan berusaha menjaga konsistensi sepanjang kompetisi. Di Pontianak, Ginting bukan hanya akan berhadapan dengan lawan di seberang net. Ia juga akan bermain di tengah ekspektasi publik yang sudah menunjukkan kecintaan besar terhadap bulu tangkis.
Dan jika riuh penonton kembali memenuhi GOR Terpadu Ahmad Yani, energi itu bisa menjadi salah satu faktor yang membuat panggung Indonesia Masters Super 100 di Pontianak terasa berbeda. (deL)






