Dua Kali Menang Sehari, Ikhsan/Salsabila Tembus Babak Utama Indonesia Masters 2026

Ikhsan Lintang Pramudya/Salsabila Zahra Aulia meraih dua kemenangan dalam sehari atas sesama pasangan Indonesia dan lolos ke babak utama Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Foto: Ist

KalbarOke.com — Ikhsan Lintang Pramudya/Salsabila Zahra Aulia harus melewati dua pertandingan dalam satu hari untuk membuka jalan ke babak utama Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Pasangan ganda campuran Indonesia itu akhirnya lolos setelah dua kali mengalahkan rekan senegara.

Pada pertandingan kualifikasi, Ikhsan/Salsabila lebih dulu menghadapi Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani. Mereka menang melalui pertarungan dua gim dengan skor 21-18, 21-7. Kemenangan itu membawa Ikhsan/Salsabila ke laga final kualifikasi.

Di pertandingan penentuan, mereka kembali berhadapan dengan pasangan Indonesia, Theodorus Steve Kurniawan/Leonora Keyla Frandrica. Ikhsan/Salsabila kembali tampil efektif dan menyelesaikan pertandingan dalam dua gim. Mereka menang 21-18, 21-12 sekaligus memastikan langkah ke babak utama turnamen.

Ikhsan mengatakan pertandingan melawan sesama pemain Indonesia memiliki tantangan tersendiri. Mereka sudah cukup mengenal karakter permainan satu sama lain, termasuk kelebihan dan kelemahannya. “Alhamdulillah hari ini bisa menang tanpa cedera. Tadi ketemu teman-teman sendiri, kurang lebih kami sudah tahu kelemahan dan kelebihan masing-masing,” kata Ikhsan.

Baca :  Tiket Polytron Pontianak Indonesia Masters Super 100 Ludes Sejak Jumat, Demam Bulu Tangkis Makin Terasa

Menurut dia, pertemuan dengan lawan-lawan tersebut bukan sesuatu yang benar-benar baru. Mereka sebelumnya juga kerap berhadapan dalam turnamen Sirkuit Nasional atau Sirnas. “Dulu di Sirnas-Sirnas juga sering ketemu, jadi tinggal ingat-ingat lagi,” ujarnya.

Bermain rangkap dan harus menjalani lebih dari satu pertandingan dalam sehari menjadi tantangan lain yang dihadapi Ikhsan. Karena itu, menjaga kondisi tubuh menjadi bagian penting dari persiapan mereka.

Ikhsan menyadari pertandingan demi pertandingan di turnamen internasional dapat menguras tenaga. Ia pun menekankan pentingnya menjaga pola hidup agar kondisi fisik tetap siap. “Bermain rangkap memerlukan kondisi fisik yang selalu fit, jadi saya harus benar-benar jaga badan. Makan, jam tidur, dan vitaminnya harus teratur,” kata dia.

Setelah lolos dari fase kualifikasi, tantangan Ikhsan/Salsabila dipastikan akan semakin berat. Salsabila mengatakan persaingan di turnamen level Super 100 menghadirkan kualitas lawan yang berbeda dibandingkan kompetisi yang biasa mereka ikuti. “Dari segi persaingan pasti lebih berat. Lawannya juga lebih bagus-bagus,” ujar Salsabila.

Baca :  BWF Nilai Pontianak Layak Jadi Tuan Rumah Dua Turnamen Bulutangkis Internasional, Ini Alasannya

Ia mengakui level turnamen tersebut berada di atas level yang selama ini menjadi arena utama mereka. Namun, kesempatan tampil di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 ingin dimanfaatkan sebaik mungkin. “Level 100 ini sebenarnya belum kelas kami, tapi kami mau coba manfaatkan kesempatan,” katanya.

Salsabila mengatakan dirinya bersama Ikhsan tidak ingin terbebani target berlebihan setelah berhasil melewati fase kualifikasi. Mereka memilih tampil tanpa tekanan dan berusaha mengeluarkan permainan terbaik. “Kami akan tampil nothing to lose dan memberikan yang terbaik,” ujar dia.

Dua kemenangan atas sesama pasangan Indonesia menjadi pintu awal bagi Ikhsan Lintang Pramudya/Salsabila Zahra Aulia untuk menguji kemampuan di persaingan yang lebih tinggi.

Setelah menuntaskan dua laga kualifikasi, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar mengingat kelemahan dan kelebihan pemain yang sudah sering ditemui di turnamen domestik. Ikhsan/Salsabila kini bersiap menghadapi persaingan yang lebih ketat dengan modal kemenangan, kondisi fisik yang harus tetap terjaga, dan tekad tampil tanpa beban. (deL)