Pontianak Naik Kelas, Indonesia Masters 2026 Hadirkan 356 Pebulutangkis dari 17 Negara

Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 dimulai 1 September di GOR Terpadu Ahmad Yani. Sebanyak 356 atlet dari 17 negara akan bersaing. Foto: Deli Borneo

KalbarOke.com — Belum sempat mereda atmosfer Polytron Pontianak International Challenge 2026, Kota Pontianak kembali bersiap menjadi tuan rumah turnamen bulutangkis internasional. Kali ini, level persaingannya naik satu tingkat.

Mulai 1 September 2026, GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak menjadi arena Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Turnamen ini merupakan bagian dari BWF World Tour Super 100, level yang berada di atas International Challenge.

Kenaikan level tersebut bukan sekadar perubahan nama turnamen. Para pemain datang dengan target mengamankan gelar, hadiah, sekaligus poin ranking BWF yang penting untuk memperbaiki posisi mereka di peringkat dunia.

Total hadiah yang diperebutkan mencapai US$120.000 atau sekitar Rp1,94 miliar, dengan asumsi kurs Rp16.200 per dolar AS. Besarnya hadiah dan poin ranking membuat persaingan diperkirakan berlangsung ketat sejak babak awal.

Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026, Yuni Kartika, mengatakan peningkatan status turnamen menjadi tantangan sekaligus kebanggaan bagi Pontianak. “Setelah International Challenge, sekarang Pontianak langsung naik level dengan hadirnya Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 yang merupakan rangkaian BWF World Tour Super 100,” ujar Yuni.

Menurut dia, antusiasme penonton dalam Polytron Pontianak International Challenge 2026 menjadi modal penting. Ia berharap dukungan masyarakat kembali membesar saat turnamen dengan level lebih tinggi ini digelar. Yang menarik, kenaikan level kompetisi tidak diikuti kenaikan harga tiket. Penyelenggara tetap menetapkan harga Rp20 ribu, sama seperti tiket International Challenge.

Setiap pembelian tiket juga disertai voucher makan dan minum senilai Rp10 ribu. Tiket dapat dibeli secara online melalui tiket.com atau langsung di Ticket Box yang tersedia di GOR Terpadu Ahmad Yani.

Skala Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 terlihat dari jumlah peserta. Sebanyak 356 atlet dari 17 negara dijadwalkan ambil bagian. Selain Indonesia, peserta datang dari Tiongkok, Hong Kong, Jerman, Vietnam, Kanada, Finlandia, Prancis, India, Jepang, Korea, Malaysia, Portugal, Singapura, Thailand, Chinese Taipei, dan Amerika Serikat.

Indonesia menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 107 atlet. Chinese Taipei menyusul dengan 79 atlet, India 34 atlet, Tiongkok 29 atlet, kemudian Thailand. Komposisi peserta tersebut membuat Pontianak menjadi titik temu pemain dari Asia, Eropa hingga Amerika Utara.

Baca :  Dari Eks-PETI Jadi Lahan Jagung, Bengkayang Panen 5 Ton di Lahan Bekas Tambang

Ketua Pengprov PBSI Kalimantan Barat, Joko Sularso, menilai kesempatan menjadi tuan rumah dua turnamen internasional secara berurutan merupakan momentum penting bagi perkembangan bulutangkis daerah.

“Ini momentum yang sangat baik untuk bulutangkis di Kalimantan Barat. Dalam waktu yang berdekatan, Pontianak dipercaya menggelar dua turnamen internasional dan sekarang meningkat ke level BWF World Tour Super 100,” kata Joko.

Ia menilai rangkaian turnamen tersebut menjadi sinyal bahwa Pontianak memiliki kapasitas untuk menggelar kompetisi bulutangkis internasional. Bagi atlet muda Kalimantan Barat, kehadiran para pemain nasional dan internasional juga menjadi kesempatan belajar. Mereka dapat melihat langsung standar permainan di level dunia tanpa harus pergi ke luar daerah.

Perhatian penonton tuan rumah akan tertuju kepada deretan wakil Indonesia. Salah satu nama terbesar adalah Anthony Sinisuka Ginting yang turun di sektor tunggal putra. Selain Ginting, Indonesia menurunkan Prahdiska Bagas M. Shujiwo, Muhamad Yusuf, Richie Duta Richardo, Bismo Raya Oktora, Dendi Triansyah dan Christian.

Pada tunggal putri, terdapat Thalita Ramadhani Wiryawan, Mutiara Ayu Puspitasari, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, Chiara Marvella Handoyo dan Dalila Aghnia Puteri.

Sektor ganda putra juga menghadirkan sejumlah pasangan Indonesia, antara lain Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino, Dexter Farrell/Anselmus Breagit Fredy Prasetya, Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo, Taufik Aderya/Alexius Ongkytama Subagio, serta Aquino Evano Keneddy Tangka/Ikhsan Lintang Pramudya.

Di ganda putri, Indonesia mengandalkan Salsabila Zahra Aulia/Sheila Lidia serta Lanny Tria Mayasari/Ester Nurumi Tri Wardoyo.

Sementara itu, sektor ganda campuran akan diramaikan Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti, Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran, M. Nawaf Khoiriyansyah/Nahya Muhyifa, Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindiya Wardana, serta Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu.

Nama terakhir tentu menjadi perhatian setelah Dejan/Apriyani sukses merebut gelar ganda campuran pada Polytron Pontianak International Challenge 2026.

Indonesia datang dengan kepercayaan diri setelah menjadi juara umum Polytron Pontianak International Challenge 2026. Tiga gelar berhasil direbut melalui Richie Duta Richardo di tunggal putra, Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu di ganda campuran, serta Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo di ganda putra.

Baca :  Debut di Level International Challenge, Izza Al-Faruq Aston Martin Tumbangkan Wakil India

Dominasi Indonesia bahkan terlihat sangat jelas di ganda putra. Empat pasangan Merah Putih mengisi semifinal sehingga tercipta all Indonesian semifinals. Pulung/Wahyu kemudian keluar sebagai juara. Namun, hasil tersebut tidak otomatis membuat Indonesia berada di posisi aman. Level persaingan di Indonesia Masters 2026 lebih tinggi dan lawan yang datang juga semakin kuat.

Di tunggal putra, misalnya, ada pemain India Prannoy H. S. yang berpengalaman di pentas internasional. Wang Po Wei dari Chinese Taipei juga menjadi salah satu pemain yang patut diperhitungkan. Persaingan tunggal putri tak kalah menarik. India menempatkan tiga pemain di jajaran unggulan teratas, yakni Ashmita Chaliha, Rakshitha Sree Santosh Ramraj dan Anmol Kharb.

Pada ganda putra, pasangan Hong Kong Hung Kuei Chun/Lui Chun Wai menjadi unggulan pertama. Chia Yen Lin/Lin Yong Sheng dari Chinese Taipei berada di posisi unggulan kedua. Ganda putri menghadirkan pasangan Thailand Hathaithip Mijad/Napapakorn Tungkasatan serta Phattarin Aiamvareesrisakul.

Sedangkan pada ganda campuran, pasangan Thailand Supak Jomkoh/Ornnicha Jongsathapornparn dan wakil Chinese Taipei Ming Che Lu/Chou Yun An turut menjadi ancaman.

Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 pada akhirnya bukan hanya soal pertandingan selama hampir sepekan. Turnamen ini menjadi ujian bagi Pontianak untuk membuktikan kapasitasnya sebagai kota penyelenggara kompetisi bulutangkis internasional.

Dua turnamen internasional digelar berurutan di venue yang sama. Dari International Challenge, kini Pontianak langsung naik ke panggung BWF World Tour Super 100. Dengan tiket Rp20 ribu, masyarakat memiliki kesempatan menyaksikan pemain nasional dan internasional bertanding sekaligus melihat langsung standar kompetisi yang menjadi bagian dari kalender bulutangkis dunia.

Bagi para pemain Indonesia, dukungan penonton Pontianak juga menjadi faktor penting. Mereka tidak hanya mengejar trofi dan hadiah, tetapi juga poin ranking BWF. Bagi Pontianak, turnamen ini menawarkan sesuatu yang lebih besar: kesempatan mengubah GOR Terpadu Ahmad Yani menjadi salah satu panggung bulutangkis internasional yang diperhitungkan. (deL)